F-16 Bekas Seharga US$ 362 Juta Meriahkan HUT TNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pesawat tempur TNI AU melakukan flying pass di gladi bersih HUT TNI di Dermaga Ujung, Mako Armatim, Surabaya, 4 Oktober 2014. 239 pesawat tempur mulai dari F-16, F-5 Sky Hawk, serta Sukhoi di kerahkan sebagai persiapan puncak HUT TNI yang akan di laksanakan pada 7 Oktober nanti. TEMPO/Fully Syafi

    Puluhan pesawat tempur TNI AU melakukan flying pass di gladi bersih HUT TNI di Dermaga Ujung, Mako Armatim, Surabaya, 4 Oktober 2014. 239 pesawat tempur mulai dari F-16, F-5 Sky Hawk, serta Sukhoi di kerahkan sebagai persiapan puncak HUT TNI yang akan di laksanakan pada 7 Oktober nanti. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - TNI Angkatan Udara akan membeli sebanyak 24 pesawat F-16 bekas dari Amerika Serikat. "Pesawat F-16 yang datang sampai saat ini sudah lima buah," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI I.B. Putu Dunia di Komando Armada RI Wilayar Timur, Sabtu, 4 Oktober 2014.

    Sebanyak 24 pesawat F-16 tersebut akan diterima secara bertahap oleh TNI AU dan diharapkan selesai pengiriman pada tahun 2016. (Baca: Pesawat Sukhoi Lakukan Dua Flypast di HUT TNI)

    Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI AU mengeluarkan biaya cukup besar untuk pembelian ke 24 pesawat F-16. "Tadi yang tanya tentang biaya F-16 sebesar US$ 362 jutar (sekitar Rp 4,4 triliun)," katanya. (Baca: Pesawat tanpa Awak Akan Ikut Demonstrasi HUT TNI)

    Saat ini TNI AU sudah menerima tiga unit F-16 hibah Amerika Serikat. Sesuai dengan rencana, sampai akhir tahun ini TNI AU akan menerima tiga unit lagi.

    Pada HUT TNI ke-69 tanggal 7 Oktober nanti, lima pesawat F-16 akan melakukan flypast saat penutupan dan pembukaan acara HUT TNI. Selain itu, F-16 akan dilibatkan dalam demonstrasi simulasi pembebasan sandera.

    EDWIN FAJERIAL

    Baca juga:
    Masalah Dengan Ancol Hambat Kreativitas Sea World
    Habib Selon Ogah Komentari Aksi FPI
    Kue Kurma, Lengkapi Sajian Menu Idhu Adha
    Menikmati Lebaran dengan Sajian Daging Kurban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa