Yudhoyono Hubungi Arroyo Soal Sandera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (18/5) pagi, menghubungi Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo tentang upaya pembebasan tiga warga negara Indonesia yang disandera di wilayah negara itu. Menurut Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Arroyo memberi perhatian besar pada masalah ini."Dalam pembicaraan, Presiden Arroyo berjanji segera menghubungi otoritas yang berkompeten baik Angkatan Bersenjata, kepolisian, dan intelijen agar melakukan langkah-langkah ke arah pembebasan," kata Hassan seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Rabu. Tiga awak Kapal Tunda Bonggaya milik perusahaan pelayaran Malaysia disandera saat berlayar dari Tarakan menuju Sandakan di Kalimantan Timur, 30 Maret lalu. Mereka adalah Ahmad Remiadi, Yamin Labuso, dan Erikson Hutagaol. Ahmad beralamat di Depok, Jawa Barat; Yamin beralamat di Buleleng, Bali; dan Erikson di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara. Kelompok penyandera mengaku dari Jami Al-Islami Southern Mindanau. Menurut Wirajuda, para penyandera meminta pemerintah dan perusahaan pemilik kapal menyediakan uang tebusan sekitar Rp 7,5 miliar. Berbeda dengan kasus penyanderaan WNI di Irak, menurut Hassan, penanganan kasus penyanderan ini dilakukan lebih tertutup. "Tetapi tidak berarti pemerintah, dalam hal ini Departemen Luar Negeri dan perwakilan, tidak bekerja. Pendapat itu tidak benar," katanya. Departemen Luar Negeri, menurut dia, telah membentuk kelompok kerja. Setidaknya di tiga perwakilan RI juga telah dibentuk tim respons, yaitu di Kedutaan RI di Manila, KonsulantJenderal di Dafau, dan Konsulat Jenderla di Kinabalu, Malaysia.Pemerintah, kata Hassan, juga sedang mempertimbangkan pengiriman tim pembebasan ke Filipina. Presiden juga telah mengintruksikan pendekatan secara informal. Hassan mengaku juga telah meminta bantuan Menlu Filipina pada pertemuan 9 April lalu di Ceibo. Dimas Adityo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.