Pemilihan Pimpinan DPR Tergesa-gesa, Fahri Hamzah: Demi Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahri Hamzah. TEMPO/ Amston Probel

    Fahri Hamzah. TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, mengatakan sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR telah dilakukan dengan mekanisme yang benar. Menurut dia, pemilihan pimpinan DPR dilakukan dengan segera karena pada 20 Oktober nanti DPR harus melantik presiden terpilih Joko Widodo. (Baca: Jokowi Nilai UU Pilkada, MD3, dan Pimpinan DPR Tergesa, 'Ada Apa?')

    "Presiden tak boleh telat dilantik. Apalagi ini mau ada Idul Adha. Jadi lebih baik selesaikan sekarang saja," ujar Fahri seusai sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 2 Oktober 2014. (Baca: Pengunduran Diri Jokowi Bakal Dijegal di DPRD?)

    Pada kesempatan itu, Fahri juga membela Popong Otje Djundjunan, yang kerap diteriaki tidak adil dan otoriter saat memimpin sidang paripurna. Fahri mengatakan, Ceu Popong--sapaan Popong--selalu memberikan kesempatan semua pihak untuk berbicara. "Terutama saat lobi. Sayangnya PDIP tak hadir di sana," ujar Fahri. (Baca: Pimpinan DPR Dikuasai Pro-Prabowo, PDIP: Ini Bukan Skak Mat)

    Menurut dia, terpilihnya Ceu Popong sebagai pimpinan sidang juga bukan sesuatu yang disengaja, melainkan karena anggota Dewan yang tertua dan termuda mendapat mandat menjadi pemimpin sidang sementara. Popong, yang telah berusia 76 tahun, merupakan anggota DPR tertua. "Menjadi pimpinan sidang juga bukan merupakan keinginan dia (Popong)," kata Fahri. (Baca juga: Setya Novanto Cs Jadi Pimpinan DPR, PDIP Kalah 2-0)

    TIKA PRIMANDARI

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Megawati ke Gus Dur: Sampeyan Enak, Saya Pusing 
    Keluarga Adam Malik Gugat Bank Swiss Bikin Heboh
    Berapa Uang Saku Pelantikan Anggota DPR?
    Duka Pewaris Naskah 'Genjer-genjer'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.