Edelweis di Ranupane Mati Diterjang Embun Upas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga edelweis (Anaphalis javanica). TEMPO/Abdi Purmono

    Bunga edelweis (Anaphalis javanica). TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO , Lumajang:Suhu dingin ekstrem selama musim kemarau sejak Agustus lalu berdampak pada tanaman bunga edelweis di Taman Konservasi, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hampir 90 persen bunga edelweis di atas lahan 2 hektare rusak akibat fenomena embun upas yang muncul setiap musim kemarau.

    Suhu dingin ekstrem di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditandai dengan munculnya embun upas atau embun es di pucuk-pucuk daun atau rerumputan. Saat itu suhu udara sudah mencapai minus atau dibawah nol derajat celcius. (Baca : Jalur Pendakian Argopuro Masih Ditutup)

    Field Manager Japan International Cooperation Agency (JICA), Andi Iskandar mengatakan edelweis mulai ditanam atau dibudidayakan sejak 2012 lalu di lahan seluas dua hektare. "Edelweis ditanam di lahan seluas dua hektare," kata Andi, saat dihubungi, Rabu 1 Oktober 2014. (Baca : Jawa Timur Diminta Waspadai Angin Puting Beliung)

    Di atas lahan seluas dua hektare tersebut, ditanam sekitar 600 batang edelweis. "Paling tinggal sepuluh persen saja sekarang yang tersisa," kata Andi.

    Dia mengatakan hampir setiap tahun selalu ada tanaman edelweis yang rusak karena embun upas itu. Pada kemarau tahun ini, embun upas terjadi sejak Agustus lalu. "Yang paling parah memang tahun lalu. Namun saat ini sudah mulai mereda. Tiga hari terakhir ini mulai mendung," katanya.  Setiap tahun, pihaknya selalu menyiangi tanaman edelweis yang rusak.

    Embun upas mengakibatkan edelweis menjadi kering dan mati, seperti sayuran yang terlalu lama disimpan dalam lemari es. "Kering. Kandungan airnya menguap," ujar Andi.

    Edelweis yang tumbuh secara alami di sekitar Ranu Kumbolo atau Kalimati, sudah mampu beradaptasi dengan dinginnya cuaca, dibandingkan yang berada di lahan konservasi. Dia mengatakan, edelweis yang mati akan diganti dengan yang baru. "Banyak persediaan bibit yang bisa ditanam," kata Andi.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Tak Penuhi Kuorum, UU Pilkada Tak Sah
    Saran Yusril ke Jokowi Dianggap Jebakan Batman
    Yusril Beri 'Pencerahan' ke SBY dan Jokowi Soal UU Pilkada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.