Berbaju 'Gembel' Saat Geladi Bersih Pelantikan DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Aktivis 98 Adian Napitupulu (kiri) mendampingi Presiden terpilih Jokowi saat menjawab pertanyaan dalam Pertemuan Nasional Aktivis 98 di Denpasar, 27 September  2014. Acara ini digelar sebagai bentuk konsolidasi. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sekjen Aktivis 98 Adian Napitupulu (kiri) mendampingi Presiden terpilih Jokowi saat menjawab pertanyaan dalam Pertemuan Nasional Aktivis 98 di Denpasar, 27 September 2014. Acara ini digelar sebagai bentuk konsolidasi. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Legislator terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu, tampil nyentrik dan santai saat menghadiri geladi bersih pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019, kemarin. Ia memakai baju flanel kotak warna biru tua dengan beberapa sobekan di ujung-ujungnya. Rambutnya pun tak disisir, apalagi dikasih minyak agar klimis. Ada kalung dari benang hitam dan aksesori seperti taring melingkari lehernya. Ia mengaku tak terlalu khawatir dengan penampilannya.

    "Pakai apa aja enggak bakalan berubah, Bos. Muka gue sudah mentok kayak gini," ujar Adian saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 30 September 2014. (Baca: Kenalkan, Anggota DPR-DPD yang Termuda dan Tertua)

    Namun, saat pelantikan resmi pada Rabu, 1 Oktober 2014, aktivis Forum Kota itu mengaku bakal memakai jas. "Gue sudah beli tadi Rp 180 ribu. Itu pun bekas," tuturnya. Tak malukah Adian dengan penampilannya? "Ngapain malu? Gue kan enggak nyolong," katanya. Menurut ia, malu pun harus dipikirkan secara rasional. "Enggak ada alasan gara-gara penampilan gue harus malu."

    Bahkan, saat berangkat, Adian tak bareng-bareng dengan rombongan sesama anggota Dewan. Musababnya, ia tak ikut menginap di Hotel Sultan, Jakarta. Ia diantar oleh istrinya ke gedung DPR. Saat pulang pun ia harus mencari tumpangan. "Lu bawa motor, kan? Gue nebeng lu dong?" ujar Adian. (Baca: KPU Usul Batalkan Pelantikan 7 Legislator Terpilih)

    Para anggota legislator dan senator terpilih bakal dilantik pada Rabu, 1 Oktober 2014. Komisi Pemilihan Umum menginapkan 560 anggota DPR terpilih di dua hotel berbeda di Jakarta. Legislator terpilih dari Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Hati Nurani Rakyat menginap di Hotel Gran Melia. Sedangkan Hotel Sultan merupakan tempat menginap anggota Dewan terpilih dari PDI Perjuangan, Partai Golongan Karya, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Keadilan Sejahtera.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik menuturkan lembaganya mengumpulkan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 pada 29 September 2014. Biaya perjalanan dan akomodasi anggota Dewan itu ditanggung KPU. "Alokasinya di bawah Rp 16 miliar," kata Husni.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN


    Terpopuler
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    SBY Mau Batalkan UU Pilkada, Mahfud: Itu Sia-sia  
    Tak Penuhi Kuorum, UU Pilkada Tak Sah
    Saran Yusril ke Jokowi Dianggap Jebakan Batman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.