Jumat, 16 November 2018

SBY Tiba di Tanah Air, Muncul #WelcomeMrLiar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 30 September 2014. TEMPO/Subekti

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 30 September 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna media sosial Twitter dikagetkan dengan menghilangnya tagar #ShameOnYouSBY yang sudah menembus angka 25.000. Hari ini mereka mengganti tagar tersebut dengan #WelcomeMrLiar atau selamat datang tuan pembohong.

    Tagar tersebut biasanya dicantumkan pengguna Twitter setelah memberi komentar pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti sindiran pada SBY yang dilayangkan oleh pemilik akun @Titin_FC. "Pagi Pak SBY, sudahkah sarapan pagi ini? Dengan menu apa pak? Pilih sendiri atau dipilihkan DPRD?" cuit akun tersebut. (Baca: Tagar #ShamedByYouAgainSBY Meluas)

    Setelah DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, SBY memang kerap diserang pengguna Twitter. Ia disebut telah mencederai demokrasi Indonesia karena masyarakat tak lagi memiliki hak untuk memilih kepala daerahnya. Awalnya, SBY dikritik dengan tagar #ShameOnYouSBY. Namun, tagar itu menghilang dari Twitter. Diduga tagar tersebut sengaja dihapus. Hari ini tagar kritik Yudhoyono diganti menjadi #WelcomeMrLiar. (Baca: Protes Berlanjut, Muncul #ShamedByYouAgainSBY)

    Sejak Ahad malam, 28 September 2014 sekitar pukul 23.00 WIB hingga kemarin, netizen terus merisak keputusan Partai Demokrat yang dipimpin oleh SBY. Mereka menyalurkan kekesalannya melalui akun Twitter bertanda pagar #ShamedByYouAgainSBY. Tagar tersebut merupakan pengganti #ShamedByYou yang tiba-tiba menghilang pada Ahad malam. Kini penggunaan tagar tersebut meluas, tak hanya di Twitter, tetapi juga di akun Path. (Baca: Netizen Ingin #ShameOnYouSBY Bertahan Seminggu)

    Setiap satu menit rata-rata seratus orang menggunakan tagar tersebut. Hampir seluruh kritik menjurus pada Undang-Undang Pilkada dan aksi walk-out Partai Demokrat sebelum pengambilan suara atas undang-undang tersebut. "Katanya enggak mau teken UU Pilkada, terus berubah mau teken karena nasehat Mahkamah Konstitusi. Padahal, meneken atau tidak sama saja, Presiden tukang bohong," cuit pemilik akun @JDsitinjak.

    PERSIANA GALIH

    Berita Terpopuler
    Koalisi Prabowo Usulkan Pilpres oleh MPR Lagi
    Telepon Hamdan Zoelva, Ini Isi Curhatan SBY
    Penjual Kue Putu di Malang Tantang Amien Rais
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    Nurhayati: Walk-Out Demokrat Inisiatif Saya
    Kejutan, Maria Londa Rebut Emas Asian Games


     

     

    Lihat Juga