Mantan Mendagri: Annas Maamun, Raja Kecil Suka-suka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Sutiyoso didampingi Syarwan Hamid memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (26/10). Sutiyoso akan melakukan ekspedisi keliling nusantara untuk mensosialisasikan slogan barunya

    Capres Sutiyoso didampingi Syarwan Hamid memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (26/10). Sutiyoso akan melakukan ekspedisi keliling nusantara untuk mensosialisasikan slogan barunya "Indonesia Pantang Menyerah". Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Tokoh masyarakat Riau yang juga mantan Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid, mengaku tak terkejut ketika mendengar kabar Gubernur Riau Annas Maamun ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Syarwan sudah menduga Annas tidak akan lama memimpin Riau dengan gaya kepemimpinan yang brutal. (Baca: Gubernur Riau Tertunduk Saat Pakai Rompi KPK)

    "Ini sudah lama dipersoalkan. Annas memang tidak layak untuk diberi amanah," kata Syarwan kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu, 27 September 2014. Ketidaklayakan ini, menurut Syarwan, dipicu dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan Annas sejak menjadi gubernur selama delapan bulan terakhir. (Baca: Gubernur Riau Jadi Tersangka Suap Rp 2 Miliar)

    Syarwan menilai, sebagai seorang pemimpin, Annas tidak baik dalam bersikap di bidang pemerintahan, kepribadian, maupun etika dan moral. "Daftar kesalahan itu menjadi perhatian pemerintah pusat dan penegak hukum," dia melanjutkan. "Ketika gubernur melakukan kesalahan dan semua tiarap, akhirnya terjadi seperti pepatah melayu: 'Raja Alim, Raja Disembah. Raja Lalim, Raja Disanggah'."

    Meski demikian, Syarwan melanjutkan, kasus yang menjerat Annas mesti menjadi pelajaran bagi masyarakat Riau serta pejabat yang diberi amanah. Syarwan menilai hal itu juga terjadi akibat sistem kontrol dari lembaga legislatif, Lembaga Adat Melayu, dan media di daerah masih lemah. Akibatnya, penguasa seperti Annas Maamun menjadi raja kecil yang berlaku sesuka hati. (Baca juga: Musibah Besar, 3 Gubernur Riau Berakhir di KPK)

    Syarwan mengaku pernah mengingatkan Annas sebelum menjadi gubernur. Dia meminta Annas untuk mengubah sikapnya. "Namun, setelah dilantik, Annas justru memutuskan komunikasi, bahkan mencekal saya," kata Syarwan.

    RIYAN NOFITRA

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD | Parkir Meter | IIMS 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    UU Pilkada Tak Berlaku di Empat Daerah Ini
    Pilkada, PPP: Demokrat Mainkan Skenario Prabowo
    Prabowo Senang Pilkada Langsung Dihapus
    UU Pilkada, Netizen Minta SBY Stop Bersandiwara
    SBY Kontak Pramono Sebelum UU Pilkada Direvisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.