Kapal Pengangkut Tank Buatan Dalam Negeri Meluncur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal jenis Landing Platform Deck (LPD) KRI Banda Aceh-593 di PT PAL Surabaya, (21/3). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Kapal jenis Landing Platform Deck (LPD) KRI Banda Aceh-593 di PT PAL Surabaya, (21/3). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Lampung - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerima sebuah kapal perang jenis landing ship tank (LST) buatan PT Daya Radar Utama (DRU), Lampung, Sabtu, 27 September 2014. Kapal pengangkut tank ini diluncurkan di galangan kapal PT DRU dan siap menambah armada TNI Angkatan Laut. (Baca: 3 Kapal Perang Baru dari Inggris Meriahkan HUT TNI)

    Kapal tersebut diberi nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni dengan nomor lambung 520. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Sisriadi Iskandar, KRI Teluk Bintuni-520 merupakan kapal angkut tank ketiga pesanan pemerintah "Untuk pembangunan kekuatan TNI AL," katanya melalui situs Defence Media Center.

    Kementerian Pertahanan menilai industri galangan kapal milik swasta, seperti PT DRU, mampu membuat kapal perang yang memenuhi standar TNI. Hal ini, kata Sisriadi, merupakan pencapaian yang memuaskan karena kapal perang memiliki spesifikasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan kapal laut biasa. "Sehingga dapat mengurangi ketergantungan dari produk luar negeri," ujarnya. (Baca: Indonesia Akan Genjot Industri Kapal Selam)

    Kapal perang Teluk Bintuni-520 memiliki panjang 120 meter, lebar 18 meter, dan tinggi 11 meter. Kapal ini dirancang khusus untuk mengangkut tank tempur utama terbaru milik TNI Angkatan Darat, Leopard, yang memiliki bobot hingga 62 ton per unit. (Baca: Kapal Cepat Rudal Buatan Indonesia Rampung)

    Sesuai spesifikasi, lambung KRI Teluk Bintuni mampu mengangkut sepuluh unit tank Leopard. Kapal ini juga mampu membawa dua unit helikopter yang ditempatkan di atas dek. KRI Teluk Bintuni dibekali dua mesin diesel berkekuatan 2 x 3.258 kilowatt, sehingga bisa berlayar dengan kecepatan maksimal 16 knot.

    INDRA WIJAYA

    Berita Terpopuler
    UU Pilkada Tak Berlaku di Empat Daerah Ini  
    Pilkada, PPP: Demokrat Mainkan Skenario Prabowo
    Prabowo Senang Pilkada Langsung Dihapus  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.