Wali Kota Risma Minder karena Kurang Dandan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengikuti lomba makan kerupuk seusai memimpin upacara bendera di halaman Balaikota Surabaya, 17 Agustus 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengikuti lomba makan kerupuk seusai memimpin upacara bendera di halaman Balaikota Surabaya, 17 Agustus 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengaku minder saat dirinya ikut meramaikan acara malam Anugerah Saparinah Sadli di Gedung Energy, di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan. Musababnya, kata dia, para wanita yang hadir rata-rata berdandan dan berpenampilan cantik. "Sebetulnya, saya juga ingin tampil cantik," kata Risma di Gedung Energy, Kamis malam 25 September 2014.

    Namun, Risma terkadang tak sempat bersolek. "Saya lupa. Beli lipstik satu saja empat tahun kok enggak habis-habis," kata dia disambut gelak tawa seluruh hadirin. (Baca: Tugas Wali Kota Usai, Risma Mau Jadi Guru)

    Risma mengatakan, sebenarnya dirinya memiliki kulit putih. "Tapi karena hidup saya di jalanan, jadi warna kulit saya sekarang enggak beda jauh sama pasukan kuning (tukang kebersihan)," kata dia sembari menertawakan diri sendiri. (Baca: Pedagang Desak Wali Kota Risma Ambil Alih Pasar Turi)

    Jangankan berkenes-kenesan, malahan saat bekerja, Risma sering kali lupa kalau dirinya adalah wanita. "Jam dua dini hari saya sering blusukan," kata dia. Risma merasakan selama empat tahun mengabdi rasanya sungguh berat. "Empat tahun serasa dua puluh tahun," kata dia.

    Risma mengaku heran mengapa jabatan yang berat seperti wali kota itu kok diperebutkan banyak orang. "Opo rumongsone enggak pegel? (Apa dipikirnya pekerjaan pemimpin tak melelahkan?)," kata dia. (Baca juga: Risma Tak Akan Tergoda Jadi Menteri Jokowi)

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD | Parkir Meter | IIMS 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    'Jangan Ada Pemberlakuan Jilbab untuk Non-Muslim'
    Parkir Meter, DKI Raup Rp 120 miliar Setahun
    Dolmen Ditemukan di Semak-semak Gunung Padang
    RUU Pilkada, Kubu Jokowi Merasa Dibohongi Demokrat
    Era Pilkada Langsung Akhirnya Tamat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?