SBY Kontak Pramono Sebelum UU Pilkada Direvisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Pramono Anung. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR Pramono Anung. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung membenarkan telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyo. Komunikasi dilakukan saat sidang paripurna revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah DPRD di Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis malam, 25 September 2014.  "Dari tadi malam (Kamis malam) dan tadi pagi (Jumat pagi), ada komunikasi dengan delegasi beliau (SBY)," kata Pramono ketika dihubungi, Jumat, 26 September 2014.

    Sayangnya, Wakil Ketua DPR itu enggan mengungkapkan nama utusan SBY yang menghubunginya. Pramonoo juga tak mau menyampaikan apa saja yang dibicarakan dengan delegasi SBY tersebut. "Saya anggap sebagai informasi personal," ujarnya. (Baca : RUU Pilkada, SBY Kecewa Voting DPR)

    PDI Perjuangan yang mendukung opsi pilkada kalah voting saat rapat paripurna RUU Pilkada, Kamis malam. Bersama Hanura dan PKB, fraksi pendukung pilkada langsung hanya memperoleh 135 suara. Sedangkan fraksi-fraksi pendukung pilkada oleh DPRD adalah PAN, PKS, PPP, Golkar, dan Gerindra menang dengan 256 suara. (Baca: RUU Pilkada, SBY Minta Dalang Walkout Diusut)

    Sementara itu, Fraksi Demokrat dengan anggota yang hadir 129 orang memilih "walk out" lantaran aspirasi mereka tentang pilkada langsung dengan 10 syarat ditolak. Fraksi Demokrat hanya menyisakan enam suara yang menyatakan mendukung pilkada langsung. (Baca: Ruhut Nilai Kubu Pilkada Langsung Arogan)

    Padahal, kata Pramono, PDI Perjuangan bersama PKB dan Hanura mendukung sepenuhnya opsi yang diajukan Demokrat. "Termasuk di forum lobi, tidak benar kami tidak mendukung," ujarnya.

    Saat forum lobi, dia menilai sikap Demokrat masih ambigu. "Kelihatan mereka kaget ketika kami memberi dukungan sepenuhnya. Mereka tidak menyangka 10 poin itu kami dukung sepenuhnya," kata anggota DPR terpilih periode 2014-2019 itu. Dia mengatakan sebagian dari 10 opsi yang diajukan Demokrat itu juga sudah dimasukkan ke dalam pasal-pasal.

    Informasi yang diperoleh Tempo, SBY yang sedang berada di New York menelepon Pramono lantaran instruksinya agar Fraksi Demokrat memilih pilkada langsung tak dilaksanakan.

    LINDA TRIANITA

    Baca juga:
    KPK Hattrick Tangkapi Gubernur Riau  
    Rodgers: Balotelli Belum Selevel dengan Suarez
    Ronaldo, Atlet Paling Populer di Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.