Malang Surplus 65 Ribu Ton Beras Berkat SRI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Malang - Kabupaten Malang sukses mencetak surplus produksi beras hingga 65 ribu ton sepanjang 2014 ini. Selebihnya dikonsumsi untuk kebutuhan 3 juta lebih masyarakat Kabupaten Malang.

    "Kami memasok kelebihan beras tersebut ke sejumlah daerah di Jawa Timur," kata Bupati Malang, Rendra Kresna, saat panen padi di Desa Talangsuko Kecamatan Turen, Ahad 21 September 2014.

    Namun, keterbatasan lahan pertanian dan merosotnya pasokan air diaku ikut menjadi masalah utama produksi pertanian di Kabupaten Malang. Total luas lahan sawah di wilayah itu 45 ribu hektare. Menjawab tantangan itu, Rendra mengungkapkan, para petani mulai mengembangkan teknologi pertanian dengan pola System of Rice Intensification (SRI).

    Selain irit air, sistem itu disebutkannya juga irit bibit tanaman karena menerapkan sistem pemupukan menggunakan pupuk organik. "Jika dikelola intensif per hektare bisa tembus 10 ton sampai 12 ton," katanya.

    Jika pola tanam tersebut diterapkan bersama, Rendra yakin persoalan irigasi dan pasokan air bakal teratasi. "Para pemuda bisa mengembangkan pertanian di desanya. Tak perlu menjadi buruh pabrik di kota," kata Rendra lagi.

    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tomy Herawanto mengatakan pola tanam SRI terbukti mampu meningkatkan hasil produksi pertanian. Asal dikelola intensif dengan pupuk berimbang. "Menggunakan pupuk organik, ramah lingkungan dan menghemat biaya produksi," katanya.

    Ketua Kelompok Sari Tani, Ahmad, memberi kesaksian, cara penanaman model SRI membuat produksi gabah meningkat. Jika sebelumnya per hektare hanya menghasilkan 6 ton gabah dengan SRI melonjak menjadi 8 ton. "Sekolah lapang membantu transfer teknologi pertanian," katanya.

    EKO WIDIANTO

    Terpopuler
    Ketua Umum PDIP Hanya untuk Trah Sukarno
    Sosok Misterius di Balik Make Over Polwan Cantik
    Kisah Program Polwan Cantik Jadi Pembawa Acara
    Ahok Ingin Asian Games Jakarta Lebih Wah dari Cina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.