Prabowo Klaim Gerindra Kalah karena Kurang Duit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memeriksa 20 mobil relawan kesehatan untuk berkeliling Pulau Jawa di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (16/3). Mobil kesehatan yang terdiri dari mobil ambulans, mobil pengangkut obat-obatan serta mobil pengangkut dokter yang rencananya mengitari pulau  jawa selama masa kampanye. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memeriksa 20 mobil relawan kesehatan untuk berkeliling Pulau Jawa di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (16/3). Mobil kesehatan yang terdiri dari mobil ambulans, mobil pengangkut obat-obatan serta mobil pengangkut dokter yang rencananya mengitari pulau jawa selama masa kampanye. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto mengklaim kekalahannya dalam pemilihan presiden 2014 lantaran kurang modal.  Kendati demikian, dia tetap bersyukur karena berhasil mendulang suara hampir tiga kali lipat dari perolehan pada Pemilu 2009 sehingga membawa Gerindra di posisi tiga besar. (Baca: Kalah di MK, Prabowo: Saya Tak Ngumpet di Gunung)

    "Partai kita yang baru lima tahun sebenarnya naiknya bisa lebih, cuma kurang duitnya aja,"  kata Prabowo saat membuka Kongres Luar Biasa Gerindra di Nusantara Polo Club, Cibinong, Bogor, Sabtu, 20 September 2014.

    Menurut dia, banyak elite negeri ini yang tidak mengerti Gerindra. Namun kondisi ini justru malah menguntungkan. "Sebenarnya enak, karena kalau mereka mengerti, bisa nyontek," ujarnya. (Baca: Sindir Ahok, Prabowo: Kutu Busuk, Kutu Loncat?)

    Prabowo juga menyebutkan banyak pihak luar yang mengira Gerindra bisa besar dalam waktu singkat karena selalu menggelontorkan duit ke daerah-daerah. Dia langsung bertanya ke seluruh fungsionaris partai perwakilan dari daerah, apakah menerima uang dari Jakarta. "Tidak," jawab ratusan kader serempak.

    Prabowo menegaskan bahwa selama enam tahun ini dirinya ingin membangun partai kader dari tingkat bawah. Karena itu, dia berpesan agar para kadernya tidak merasa sebagai politikus. "Saya katakan, kita bukan politisi," tuturnya "Kita adalah pejuang politik."

    Meski sudah menjadi partai terbesar ketiga, ujar dia, perjalanan Gerindra sering dihujani berbagai macam persoalan. "Kita lupa dimensi yang besar. Kita lupa atau tidak melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi." (Baca: Ke Rakernas PDI Perjuangan, PAN Tak Izin Prabowo)

    Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, pengurus, dan kader dari tingkat daerah hingga pusat karena telah setia membesarkan Gerindra. Pada 2009, Gerindra yang baru pertama kali menjadi peserta pemilu berhasil memperoleh 4,46 persen suara. Lima tahun kemudian, partai ini mendulang 11,81 persen suara.

    LINDA TRIANITA


    Terpopuler:
    Ditawari Jadi Menteri, Sri Mulyani Tersenyum
    Megawati Puji Habis Jokowi di Rakernas PDIP
    NasDem: Tiga Partai Koalisi Merah Putih Merapat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.