Nilai Investasi Industri Subang Naik 800 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengaspal jalan di Jalan Raya Cikareo, Subang, Jawa Barat, 17 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja mengaspal jalan di Jalan Raya Cikareo, Subang, Jawa Barat, 17 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Subang - Nilai investasi bidang industri yang ditanamkan para investor dalam dan luar negeri di Subang, Jawa Barat, selama dua tahun terakhir mengalami lompatan yang sangat fantastis. "Kenaikannya mencapai 800 persen," kata Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Subang, Elita Budiarti, saat dihubungi Tempo, Kamis, 18 September 2014.

    Pada 2012, saat industri baru masuk ke wilayah Subang, nilai investasi baru Rp 340 miliar. "Pada tahun 2013 melompat jadi Rp 1,3 triliun," ujar Elita. Total nilai investasi itu berasal dari tujuh perusahaan asing dan 20 perusahaan dalam negeri. Dampak naiknya investasi ini adalah penyerapan 4.300 tenaga kerja baru.

    Elita optimistis lompatan nilai investasi pada medio 2014 akan lebih tinggi. Sebab, jumlah investor dan nilai investasi meningkat cukup signifikan. "Yang pasti, nilainya akan melewati angka Rp 1,3 trilun," katanya.

    Elita belum bisa merinci jumlah investor dan nilai investasi yang sudah ditanamkan sepanjang Januari-September 2014 lantaran baru akan menghitungnya pada akhir tahun. Tapi, ia memastikan investor dalam negeri menguasai penanaman modal sepanjang 2014. Realitas itu membalikkan keadaan yang terjadi sepanjang medio 2013 dan sebelumnya, yakni investasi didominasi investor asing, terutama asal Korea Selatan.

    Menurut Elita, investasi pada 2014 pun sudah tidak dikuasai oleh investor industri garmen. "Tahun ini, sudah bergeser ke industri manufaktur yang banyak merekrut tenaga kerja laki-lali," ujarnya.

    Atas keberhasilan meningkatkan investasi yang fantastis itu, Kabupaten Subang diganjar penghargaan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai kabupaten berkinerja terbaik sepanjang 2013 dan 2014.

    Bupati Subang Ojang Sohandi mengatakan, dari 11.000 hektare luas lahan yang tersebar di tujuh kecamatan yang disiapkan buat kepentingan industri, baru sekitar 4.000 hektare yang sudah terisi. Ia yakin perkembangan pembangunan industri di daerahnya akan tumbuh subur, terutama setelah Jalan Tol Cikopo-Palimanan beroperasi. "Ibarat gula, wilayah Subang akan dikerubuti semut," ujar Ojang.

    Dia berjanji akan meringkas proses perizinan untuk mempercepat kehadiran investor di daerahnya. "Jika semua persyaratan normatif sudah terpenuhi seluruhnya oleh investor, izin bisa keluar dalam satu hari, atau maksimal seminggu," kata Ojang.

    NANANG SUTISNA

    Terpopuler:
    Jokowi Disebut Ingkar Janji, Ini Pembelaan Ruhut
    Gerindra Kumpulkan 5.000 Kadernya Akhir Pekan Ini 
    Ahok Pilih Nachrowi Jadi Wagub, Lupa 'Haiya, Ahok' 
    Paham Ini Jadi Cikal-Bakal ISIS
    Bahas Jakarta, Ahok Jamu Airin Makan Malam  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.