Wali Kota Risma Pilih Pakai Line ketimbang Rapat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    Tri Rismaharini. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lebih memilih berkomunikasi dengan anak buahnya melalui aplikasi pengirim pesan instan Line. Risma mengaku jarang menggelar rapat ataupun bertemu dengan anak buahnya. 

    "Enggak ada rapat-rapatan. Biasanya lewat Line," kata Risma di hadapan jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh yang tengah melakukan kunjungan kerja di Balai Kota Surabaya, Rabu, 17 September 2014. 

    Risma mengatakan baru berkumpul dengan para pegawainya ketika ada acara. Kalaupun ada rapat, hanya dia dengan tim kecil yang dibentuk untuk menangani masalah tertentu. Misalnya tim Dolly, yang bertugas mengurusi wilayah eks lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak seusai penutupan.

    Saat menerima kunjungan kerja pejabat Kota Banda Aceh, Risma juga sempat mendapat pertanyaan tentang tingkat kedisiplinan pegawainya. Risma menjawabnya dengan memberikan contoh soal mengurus tanaman. (Baca berita lainnya: Kecapekan, Wali Kota Risma Jatuh di Acara Warga)

    Risma membandingkan kondisi tanaman di Jakarta dengan Surabaya. Di Jakarta, Risma mengatakan, dia sempat memperhatikan tanaman di tepi Sungai Ciliwung, dekat dengan kantor Kementerian Dalam Negeri.

    Tanaman itu, kata Risma, dibeli dengan harga Rp 800 ribu di Jakarta. Padahal tanaman yang menghiasi sejumlah taman di Surabaya biasanya hanya dibeli dengan harga Rp 15-20 ribu. Dia melanjutkan, semua tanaman di tepi Sungai Ciliwung itu mati lantaran tidak dirawat. 

    "Itu tanamannya malah mati semua, karena enggak disiplin. Ini kuncinya disiplin. Apa kalau sudah ditanam itu bisa hidup sendiri? Wong orang aja kalau enggak diurus juga mati, kok," kata Risma. (Baca juga: Risma: Menteri Apa? Menteri Urusan Lokalisasi?)

    Kepada Wali Kota Banda Aceh dan jajarannya, Risma juga banyak bercerita tentang apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Misalnya, penanganan anak-anak berkebutuhan khusus, manusia lanjut usia, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial. "Jangan tanya siapa kita, tapi apa yang kita kontribusikan," katanya. 

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler:
    Ini Daftar Kandidat Kuat Pengisi Kabinet Jokowi 
    Bimbim Slank Demen Bila Ahok Marah 
    Jokowi Siapkan 2 Pos Menteri untuk Partai KMP 
    Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang
    Di Twitter, Wanita ISIS Ini Pegang Kepala Buntung
    Artidjo: Luthfi Lakukan Korupsi Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.