Kasus Idha, Polisi Usut Dalang Kaburnya Haris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Propam Menggiring anggota Polda Kalimantan Barat AKBP Idha Endri Prastiono (tengah) menuju ruang tahanan Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan,9 September 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas Propam Menggiring anggota Polda Kalimantan Barat AKBP Idha Endri Prastiono (tengah) menuju ruang tahanan Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan,9 September 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengusut kaburnya Abdul Haris alias Joharno, tersangka kasus narkotik, dari penjara. "Kami usut dari dokter yang memberikan surat izin sakit hingga sipirnya," kata Kepala Polda Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto kepada wartawan, Rabu, 17 September 2014.

    Kasus Haris ditangani oleh AKBP Idha Endri Prastiono, yang diduga kuat memanipulasi barang bukti. Dua pekan lalu, Idha Endri ditangkap kepolisian Malaysia di Kuching atas tuduhan membawa narkoba. Kemudian dia dilepaskan karena tudugan tersebut dianggap tidak terbukti.  (Baca: Pulang Sore Ini, AKBP Idha Langsung ke Mabes Polri)

    Haris adalah salah satu figur kunci kasus dugaan manipulasi jumlah barang bukti oleh AKBP Idha Endri. Arief mengatakan tak hanya Haris yang diburu. Sunardi dan Tris Nanto, dua anggota kepolisian yang buron dalam kaitan dengan penggelapan barang bukti sabu seberat setengah kilogram, juga dikejar. Juga informan polisi yang ternyata salah satu otak kasus penggelapan barang bukti tersebut.

    Menurut Arief, tugas mengejar para buronan dijalankan Direktorat Reserse Narkotika di bawah pimpinan Komisaris Besar Polisi Handy Handono. Arief mengatakan memberi waktu hingga Jumat kepada tim pemburu. (Baca: Kapolda Kalbar: AKBP Idha Bernasib Baik)

    Penyidik Polda Kalimantan Barat juga memeriksa beberapa polisi yang mengetahui kasus Idha baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya Brigadir Aksal, bintara yang disuruh Idha mengirim mobil Mercedes-Benz C200 milik Aciu, bandar narkoba warga negara Malaysia. Mobil itu dikirim agar bisa dikuasai Idha. (Baca: Kapolda Kalbar: AKBP Idha Bernasib Baik)

    ASEANTY PAHLEVI

    Terpopuler:
    Ini Daftar Kandidat Kuat Pengisi Kabinet Jokowi
    Bimbim Slank Demen Bila Ahok Marah
    Jokowi Siapkan 2 Pos Menteri untuk Partai KMP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.