Forum Rektor Gembira dengan Kabinet Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi dan Jusuf Kalla. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Jokowi dan Jusuf Kalla. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Surakarta - Ketua Forum Rektor Indonesia Ravik Karsidi menyambut positif rencana presiden terpilih Joko Widodo membentuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Kementerian itu memisahkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lalu disatukan dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

    “Penggabungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Ristek akan mengakselerasi riset di perguruan tinggi,” ujar Ravik di Surakarta, Rabu, 17 September 2014. Sebabnya, para dosen akan bersinergi dan berkolaborasi dengan para peneliti di lembaga riset pemerintah.

    Pada 15 September lalu, Jokowi mengumumkan struktur kabinetnya. Di antaranya adalah pengumuman kementerian baru, antara lain Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. (Baca juga: Begini Arsitektur KabinetJokowi-JK)

    Ravik menuturkan selama ini seperti ada keterputusan antara riset di perguruan tinggi dan lembaga riset pemerintah. Karena tidak berada di wadah yang sama, riset yang dilakukan terkadang tumpang-tindih atau bahkan tidak saling mendukung. Akibatnya, produk riset dari perguruan tinggi dan lembaga riset belum optimal.

    Setelah tercapai sinergi riset, ia optimistis hasil riset tidak sekadar menjadi tumpukan kertas. “Karena riset dikerjakan bersama, akan lebih mudah diwujudkan. Misal, bekerja sama dengan swasta,” kata Ravik.

    Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta itu berujar, penggabungan Direktorat Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Riset dan Teknologi bukan hal baru di Indonesia. Saat dipimpin Presiden Sukarno, tutur ia, di Indonesia ada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. (Baca juga: Komposisi Kabinet dari Era Soeharto Sampai Jokowi  )

    Di berbagai negara maju, seperti Jepang, Singapura, dan Jerman, ia mengklaim kementerian yang membidangi pendidikan tinggi menjadi satu dengan riset. “Jadi, sudah tepat kalau kabinet mendatang menggabungkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Ristek,” kata Ravik, yang ikut mengusulkan penggabungan tersebut ke pemerintahan baru.

    UKKY PRIMARTANTYO

    Berita lain:
    Bogor Akan Terapkan Sehari tanpa Kendaraan Pelat B
    Malam Ini, JK Temui Jokowi Bahas Kabinet
    PDIP dan PKB Walk Out Soal Tatib DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.