Gunung Slamet Meletus Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Slamet meletus, 12 September 2014. MN Adin/Anadolu Agency/Getty Images

    Gunung Slamet meletus, 12 September 2014. MN Adin/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Purwokerto -- Setelah sempat mereda, Gunung Slamet kembali meletus sekitar pukul 10.37 tadi. Letusan itu disertai suara dentuman keras dan hujan pasir di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah.

    "Dentumannya sampai menggetarkan kaca jendela," kata Yudi Setiyadi, 34 tahun, warga Desa Keniten Banyumas, Rabu, 17 September 2014. Ia mengatakan suara dentuman terjadi berkali-kali. Setelah itu hujan pasir mengguyur daerah itu.

    Wasirun, warga Dusun IV Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, mengaku sempat panik saat letusan Gunung Slamet kembali terdengar. "Suara letusannya sangat keras. Bahkan, getarannya cukup kuat," katanya.

    Dia mengaku menerima pesan singkat dari sejumlah warga yang mempertanyakan kondisi Gunung Slamet yang kembali menggeliat setelah sempat tenang dalam beberapa hari terakhir. (Baca: Beda Gunung Slmaet dan Merapi)

    Salah seorang warga Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Budi Satrio, mengatakan bahwa suara letusan itu terdengar berulang kali. "Setelah letusan kedua, terjadi hujan pasir tapi cuma sebentar, sekitar dua hingga tiga menit. Suara pasir yang berjatuhan di atap sangat keras," katanya.

    Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono membenarkan adanya letusan itu. "Telah terjadi erupsi atau letusan Gunung Slamet pada pukul 10.37 WIB dengan tinggi letusan 10.00 meter dari puncak, letusan berikutnya 10.47 WIB," katanya. (Baca: Sepuluh Menit, Lava Pijar Gunung Slamet Menyembur Empat Kali)

    Ia mengatakan bahwa erupsi atau letusan tetap dapat terjadi aktivitas Gunung Slamet dalam empat hari terakhir cenderung menurun dan tidak terekam adanya gempa tremor. Menurut dia, hal itu disebabkan status Gunung Slamet masih Siaga.

    Surono mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak Gunung Slamet. "Di luar radius tersebut, masyarakat aman dan dapat beraktivitas seperti biasa," katanya.

    ARIS ANDRIANTO

    Berita Terpopuler

    Begini Arsitektur Kabinet Jokowi-JK
    Pasar Kecewa terhadap Susunan Kabinet Jokowi
    Ahok Terima Ajakan Hashim Bertemu Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.