30 Persen Anggota DPRD Jawa Barat Gadaikan SK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Euro. REUTERS/Leonhard Foeger

    Ilustrasi mata uang Euro. REUTERS/Leonhard Foeger

    TEMPO.CO, Bandung - Sekitar 30 dari 100 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatan jabatan menjadi anggota Dewan ke bank.

    "Ada sekitar 20-30 orang yang mengajukan pinjaman, itu yang saya dengar dari pihak Perbankan," ujar Ketua Sementara DPRD Provinsi Jawa Barat, Gatot Tjahyono, saat ditemui di kantornya di Jalan Dipenogoro, Bandung, Selasa, 16 September 2014. (Baca juga: 60 Persen Anggota DPRD Banyuwangi Gadaikan SK)

    Gatot mengatakan bahwa institusinya tidak memiliki kewenangan untuk melarang anggota Dewan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Sebab, itu menyangkut hak pribadi masing-masing anggota Dewan.

    Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat itu, penggadaian SK yang dilakukan oleh beberapa anggota Dewan itu merupakan sesuatu hal wajar. Sebab, bank merupakan lembaga keuangan paling aman memiliki likuiditas.

    "Tidak ada aturan tidak boleh menggadaikan SK untuk pinjaman. Uangnya kan masuk ke pribadi dan keluar untuk pribadi juga," ujar Gatot. Dengan begitu, institusinya tidak bisa melarang anggota Dewan menggadaikan SK jabatan.

    Menurut Gatot, latar belakang pemilihan legislatif beberapa bulan lalu bisa menjadi alasan beberapa anggota DPR menggadaikan SK-nya. Dia menganggap pileg yang lalu merupakan pileg paling luar biasa dibandingkan sebelumnya. "Banyak hal yang mereka sudah lakukan, bisa dibilang setengah habis-habisan untuk pileg, belum lagi untuk untuk kebutuhan lain," ujarnya.

    Gatot mengatakan fenomena pegadaian SK itu merupakan yang lumrah. Dia pun memaklumi jika anggota Dewan membutuhkan pembiayaan.

    Dalam proses peminjaman ke bank itu, pimpinan Dewan hanya membantu memberikan surat keterangan bahwa yang mengajukan pinjaman adalah benar anggota DPRD Jawa Barat.

    Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Kusnadi, mengatakan belum berminat mengajukan pinjaman uang dengan menggadaikan SK jabatannyanya ke bank. Sebab, dia menganggap potongan tiap bulannya terlalu besar. "Potongannya itu 9-10 juta sebulan. Gaji saya nanti habis," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPD Golkar Jabar itu.

    RISANTI

    Berita lain:
    Airport Tax Wajib Masuk Tiket
    Asuransi Pertanian, Premi Petani Rp 180 Ribu/Ha
    Ronaldo Sudah Tak Betah Lagi di Madrid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.