Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan situs Megalit Gunung Padang saat dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Bambang Yudhoyono di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (25/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kawasan situs Megalit Gunung Padang saat dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Bambang Yudhoyono di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (25/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Cianjur - Artefak berbentuk koin logam yang ditemukan Tim Nasional Peneliti Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Wakil Ketua Timnas Bidang Arkeologi, Ali Akbar, mengatakan logam terbuat dari perunggu yang diperkirakan berasal dari masa 5.200 sebelum Masehi itu ditemukan pada Senin, 15 September 2014.

    Koin tersebut, kata dia, berdiameter 1,7 sentimeter dan tebal 1,5 milimeter. "Uniknya, garis melingkar itu ternyata berbentuk untaian lingkaran yang sangat kecil sekali, dan diameternya sekitar 0,3 milimeter dengan jumlah sebanyak 84 lubang,” kata Akbar di Cianjur, Selasa, 16 September 2014.

    Menurut Akbar, sebelumnya pada kedalaman 2-3 meter pihaknya menemukan beberapa artefak di sana, di antaranya mata tombak, trak logam, tongkat, gerabah, dan lain-lain, yang rata-rata berusia diperkirakan 5.200 SM. Namun, artefak yang terakhir ditemukan pada Senin lalu itu terdapat di kedalaman 11 meter saat proses pengeboran di teras lima.

    "Saya memang belum bisa memastikan usia koin logam yang ditemukan. Tapi, jika artefak lainnya berusia 5.200 SM di kedalaman 2-3 meter, apalagi usia artefak koin logam yang ditemukan di kedalaman 11 meter. Jadi kemungkinan lebih tua lagi," ujar Akbar.

    Koin logam yang ditemukan, lanjut dia, sekitar tengah malam pukul 00.00 WIB, saat proses pengeboran mencapai 11 meter. Koin itu juga terangkat melalui saluran pembuangan limbah, sehingga koin itu berbentuk utuh atau tidak rusak.

    "Mata bor ini kan kecil sekitar 5 sentimeter. Jadi, di samping sisi kiri dan kanan bor itu ada saluran air agar memudahkan pengeboran, lalu dikeluarkan lagi melalui saluran sisi lainnya. Di saat saluran air itu berjalan, koin itu terangkat. Sehingga bentuk koin tersebut masih sangat utuh," kata dia.

    Koin tersebut, kata dia, berwarna hijau kecokelatan. Ukurannya sangat kecil berdiameter 1,7 sentimeter dan permukaanya datar. Pada koin itu terdapat lingkaran yang sangat banyak motif. Seperti motif gawangan di samping lingkaran koin, lalu di dalamnya ada garis melingkar pada semua bagian koin.

    Akbar memperkirakan koin tersebut digunakan sebagai status sosial dan ritual upacara, bukan alat penukaran. Sebelumnya para peneliti, memperkirakan di kedalaman 5 meter itu sudah tidak ada peradaban atau kehidupan lagi, kalau konteksnya dilihat saat penemuan artefak beberapa waktu lalu.

    "Berarti usia situs itu bisa lebih tua lagi. Kemungkinan masih banyak benda-benda seperti itu. Tapi kami akan teliti dulu lebih lanjut dan dibawa ke laboratorium," katanya.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...