Ahok Terima Ajakan Hashim Bertemu Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. facebook.com

    Prabowo bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyesali pengunduran dirinya dari Partai Gerindra.

    Dari pembicaraan mereka, kata Ahok, Hashim meminta dirinya menemui Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pembina Partai untuk mendiskusikan rencananya tersebut sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri. "Kok, ini kamu langsung mundur?" ujar Ahok mengutip Hashim di Balai Kota, Senin, 15 September 2014.

    Namun, Ahok mengatakan diskusi tersebut tak lagi penting lantaran perbedaan pemahamannya dan mayoritas anggota Koalisi Merah Putih mengenai Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah.

    Ahok keburu menyampaikan surat tersebut pada Rabu, 10 September 2014 pekan lalu. Penolakan diskusi, kata dia, bermula dari percakapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo, anak Hashim, sehari sebelum pengunduran diri. Dari percakapan mereka, ia menganggap diskusi tersebut tak akan mengubah pandangan Koalisi. Selain itu, pemikiran Ahok yang tak sehaluan dengan partai akan membuatnya dipecat.

    Ahok mengaku belum pernah menemui Prabowo sejak mengajukan pengunduran diri. Meski telah mengundurkan diri, Hashim tetap meminta Ahok menemui Prabowo. Ia menyetujui dan menyerahkan pengaturan jadwal pertemuan antara dirinya dan Prabowo kepada Hashim. "Pertemuannya tergantung Pak Hashim," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI

    Baca juga:
    Pengamat: Kabinet Jokowi Lebih Reformis dari SBY
    Politikus PKB Akui Terima Uang dari Pengusaha

    Jokowi Hapus Banyak Jabatan Wakil Menteri

    Kasus Suap Kementerian PDT, Staf Sempat Ancam




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.