Polda Kalimantan Barat Serahkan Berkas Idha ke Kejaksaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AKBP Idha Endri Prastiono (kiri) digiring oleh sejumlah petugas Polda Kalbar setelah tiba di Bandara Supadio, Kalbar, 10 September 2014. Ia akan menjalani pemeriksaan dan proses hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalbar. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    AKBP Idha Endri Prastiono (kiri) digiring oleh sejumlah petugas Polda Kalbar setelah tiba di Bandara Supadio, Kalbar, 10 September 2014. Ia akan menjalani pemeriksaan dan proses hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kalbar. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    TEMPO.CO, Pontianak - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) hari ini menyerahkan berkas perkara Ajun Komisaris Besar Idha Endri Prastiono kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Komisaris Besar Hary Sudwidjanto mengatakan berkas perkara Idha telah rampung.

    "Kami serahkan tahap pertama untuk dikaji oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar," kata Hary sebelum penyerahan berkas di kantornya, Senin, 15 September 2014.

    Hary dan tiga penyidik menyerahkan langsung berkas setebal kurang-lebih 500 halaman kepada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Didik Istiyanta. (Baca Bareskrim Selidiki Kasus AKBP Idha di Pontianak)

    Hary berharap Kejaksaan tak terlalu lama mengkaji berkas ini. Dia juga ingin Kejaksaan cepat memutuskan berkas dinyatakan lengkap. Polda Kalbar, kata dia, mengusut kasus Idha dengan serius. Bahkan Kepala Ppolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto menginstruksikan tim khusus yang ditangani oleh dua direktur, yakni Direktur Reserse Kriminal Umum dan Direktur Reserse Kriminal Khusus. (Baca: Anak Buah AKBP Idha Diduga Jual Sabu Barang Bukti)

    Dalam kasus yang ditangani tim khusus tersebut, Idha Endri dijerat dengan Pasal 12e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (Baca: AKBP Idha Endri Jadi Tersangka Kasus Apa Saja?)

    Polisi menyatakan penguasaan mobil milik tersangka Aciu oleh Idha Endri merupakan tindakan melawan hukum yang dilandasi niat memiliki barang yang bukan miliknya.

    ASEANTY PAHLEVI

    Terpopuler:
    Ahok Minta Lulung Diam, tapi Ada Syaratnya 
    SBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada
    Soal RUU Pilkada, Amir: SBY Berpihak pada Akal Sehat
    Suryadharma: Ketua PPP Mendatang Harus ke Prabowo 
    Pilkada Langsung Boros? Ini Bantahannya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.