Tim Gunung Padang Temukan Artefak Berteknologi Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak - anak bermain di kawasan punden berundak Gunung Padang, Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (29/1). Akses jalan yang buruk membuat situs megalitik terbesar di Asia Tenggara ini masih kurang populer kalangan umum. TEMPO/Prima Mulia

    Anak - anak bermain di kawasan punden berundak Gunung Padang, Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (29/1). Akses jalan yang buruk membuat situs megalitik terbesar di Asia Tenggara ini masih kurang populer kalangan umum. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Cianjur - Tim Nasional Penelitian Situs Gunung Padang bentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah melakukan penelitian pendahuluan di lokasi situs Gunung Padang. Penggalian beberapa titik dilakukan dari 7 hingga 31 September 2014.

    Wakil Ketua Tim Nasional Bidang Arkelogi, Ali Akbar, menyebutkan tujuan paling utama penelitian pendahuluan adalah melakukan pengecekan lapisan kedalaman. Untuk memastikan adanya lapisan kosong, tim menggali dan mengebor beberapa titik.

    "Penelitian pendahuluan ini dilakukan di beberapa titik, yakni titik selatan, tenggara, timur, barat, dan teras lima. Hasilnya akan kita laporkan ke Kemendikbud sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya," ujar Ali Akbar di Cianjur, Ahad, 14 September 2014.

    Hasil penggalian menyebutkan tim menemukan artefak yang dibentuk dengan teknologi tinggi. Temuan berbentuk batu seperti senjata kujang berasal dari batuan andesit yang mengandung magnet.(Baca: Gunung Padang di Cianjur Siap Dikupas)

    "Kami belum memastikan benda apa, yang pasti itu bukan buatan alam dan sudah menjadi artefak. Seperti alat ritual upacara. Kami baru akan menelitinya di laboratorium," ucap Ali.

    Wakil Ketua Tim Nasional Bidang Geologi, Dany Hilman, menyebutkan, sebulan terakhir, tim menggali di paritan geologi. Di titik barat timnya tidak melakukan penggalian karena sudah ada bekas tanah longsor. "Longsoran itu dibersihkan. Susunan batuan yang terlihat dipastikan bukan alami, tapi buatan manusia," kata Dany.

    Dany menambahkan, proses ekskavasi Gunung Padang tidak bisa dilakukan sembarangan karena tingkat kesulitannya sangat rumit dan bukan satu lapisan budaya. "Beda dengan Borobudur. Gunung Padang harus ada strategi dari berbagai disiplin ilmu," tutur Dany.

    DEDEN ABDUL AZIZ


    Berita Terpopuler
    Fadli Zon Ingin Basmi Kutu Loncat seperti Ahok 

    Kapolri Tahu Misteri Penyebab Hilangnya MH370

    Densus 88 Tangkap Empat Warga Asing di Poso

    Alvin Lie: PAN Didirikan untuk Kedaulatan Rakyat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.