7 Serangan Ahok yang Bikin Lulung Geram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa dikenal dengan panggilan Haji Lulung. TEMPO/Seto Wardhana

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau biasa dikenal dengan panggilan Haji Lulung. TEMPO/Seto Wardhana

    6. Cari Gara-gara untuk Melengserkan

    Ahok mengaku tak habis pikir mengapa Lulung menuding dia pesimistis dan meminta dirinya mundur. Padahal, yang dimaksud Ahok, banjir di kawasan Kampung Pulo tak akan pernah selesai selama permukiman liar di bantaran kali tidak hilang.

    Menurut Ahok, ilmuwan mana pun tak akan bisa menyelesaikan masalah banjir jika rumah masih berdiri di bantaran sungai. Ahok menuding Lulung hanya tengah mencari cara untuk melengserkannya. "Itu namanya cari-cari ajalah supaya gimana cara memecat Ahok," kata Ahok, 4 Februari 2014.

    Lulung membantah pernyataan Ahok. "Saya bukan mencari-cari alasan buat pecat. Tapi, kok, tiba-tiba dia seperti orang pesimistis dengan perkataannya itu," ujar Lulung. Ia mengatakan pernyataannya Ahok tidak memberikan contoh yang baik ke masyarakat adalah hal wajar. Sebabnya, fungsi Dewan adalah mengawasi eksekutif dalam bekerja. "Jadi (Ahok) jangan marah," ucap Lulung. (Baca juga sengketa Ahok dengan Lulung yang sebelumnya: Haji Lulung: Ahok Jangan Celetak Celetuk Slengean)

    7. Sapi Perah DPRD

    Pernyataan Ahok lagi-lagi mendapat sorotan dari Lulung. Pemicu munculnya ketegangan ini bermula dari keputusan Ahok, pria kelahiran Belitung Timur itu untuk mundur dari Partai Gerindra lantaran tak setuju dengan usulan mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Alasannya, alih-alih menjadi rekan kerja, kebijakan itu justru berpotensi disalahgunakan oleh anggota Dewan yang berdasarkan undang-undang itu memiliki kekuasaan lebih besar. (Baca: Golkar Cium Kejanggalan di Balik Mundurnya Ahok)

    Ahok, begitu ia disapa, berujar undang-undang tersebut tak menjamin hubungan kepala daerah dan DPRD sejalan sepanjang masa pemerintahan. Kemungkinan lainnya kepala daerah hanya akan menuruti keinginan DPRD dan tak mempedulikan kepentingan rakyat. "Mereka bisa kongkalikong bermain. Sapi perah," ujar dia di Jakarta, Senin, 8 September 2014. (Baca: Pilih Mundur, Ahok Disebut Revolusioner)

    Lulung pun terganggu dengan pernyataan Ahok. Ia mengancam akan menghalangi pelantikan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Alasannya, karena politikus PPP ini merasa terhina dan tersinggung dengan pernyataan Ahok yang menyebut DPRD pemeras kepala daerah. "Ahok harus dibinasakan, binasakan kariernya jadi wakil gubernur. Nggak bakalan dia dilantik jadi gubernur," ucap Lulung, Kamis, 11 September 2014. (Baca: Kata Lulung Soal Ahok Sebut DPRD Pemeras

    Ahok tak menanggapi soal Lulung yang berencana menghentikan karier politiknya. "Enggak usah ditanggapilah," katanya di Balai Kota, Jakarta, Jumat, 12 September 2014. Ahok menyatakan tak takut jika dirinya sampai tidak dilantik menjadi gubernur. Ia bahkan siap menjadi Pelaksana Tugas Gubernur sampai akhir jabatannya. "Paling bedanya cuma selisih gaji sedikit doang," tutur Ahok. (Baca: Ahok Cuek Jika Tak Dilantik DPRD Jadi Gubernur)

    TIM TEMPO | BERBAGAI SUMBER | BC

    TERPOPULER
    Wanita Ini Teror Tetangga Demi Rumah Impian

    5 Senyawa yang Baik untuk Kesehatan Mata

    Kapolri Tahu Misteri Penyebab Hilangnya MH370

    Fadli Zon Ingin Basmi Kutu Loncat seperti Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.