Main Pukul, Warga Rusak Rumah Perwira Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota Brimob Polda Sulselbar menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat terjadi bentrokan antara polisi dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar di depan Kampus UIN Makassar, Kamis (4/3). ANTARA/Yusran Uccang

    Seorang anggota Brimob Polda Sulselbar menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa saat terjadi bentrokan antara polisi dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar di depan Kampus UIN Makassar, Kamis (4/3). ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.COMakassar - Polisi masih menjaga rumah Komisaris Polisi Patahuddin di Jalan Pannampu, Kota Makassar. Pecahan kaca jendela berserakan pada Jumat, 12 September 2014 pagi ini. Kamis petang hingga malam, ratusan warga melempari rumah dua lantai milik perwira polisi yang berdinas di Bidang Pembinaan Hukum Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

    "Kami sudah jengkel dengan tingkah lakunya yang berulangkali memukuli warga yang parkir kendaraan di depan rumahnya," kata Iskandar, warga Pannampu, saat ditemui Kamis malam, 12 September 2014. Warga mengepung rumah tersebut seusai Magrib dan melempari rumah dan mobil dengan batu. Polisi menyemprotkan water canon dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

    Sampai pukul 21.00, aparat belum mampu meredakan kemarahan warga. Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan Pomanto dan Kepala Polres Makassar Komisaris Besar Fery Abraham yang turut hadir di tempat kejadian juga dilempari warga. Polisi akhirnya meminta bantuan tiga kompi prajurit TNI. (Baca: Pasca-bentrok, Markas Polres Lombok Masih Dijaga Ketat)

    Patahuddin sudah tinggal sejak 20 tahun lalu di Kelurahan Pannampu. Para tetangga sering melihat polisi ini memukul pengemudi becak, sopir, dan pengendara motor yang parkir sejenak di depan rumahnya. "Jalanan kan biasanya ramai, jadi pengendara singgah sejenak di sana," ujar Iskandar yang menjadi wirausaha.

    Menurut Iskandar, sebagai perwira polisi seharusnya Patahuddin memberikan teguran terlebih dulu. Namun, dia langsung mengeluarkan kata-kata kotor dan menendang serta memukuli korban di pekarangan rumahnya. Puncak kemarahan warga terjadi Kamis siang ketika Patahuddin memukuli Mukhtar, 19 tahun, anak Hai Kai, warga Cambayya.

    DIDIT HARIYADI

    Terpopuler:

    Diminta Copot Jabatan, Ahok Tantang Gerindra
    Sengkarut Pilkada di DPR, Ini Asal Mulanya
    Pemerintah Mati-matian Loloskan Pilkada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.