Benda Ini Wajib Dibawa Jokowi-Iriana ke Istana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi dan Iriana melihat ayam kate peliharaan di rumah mereka di Kelurahan Sumber, Solo, 27 Juli 2014. Tempo/Ananda Teresia

    Jokowi dan Iriana melihat ayam kate peliharaan di rumah mereka di Kelurahan Sumber, Solo, 27 Juli 2014. Tempo/Ananda Teresia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu Negara Ani Yudhoyono sudah mulai mengemasi barang-barangnya di Istana meski pelantikan presiden masih sebulan lagi. Jika Ani sudah mulai berkemas, presiden terpilih Joko Widodo dan keluarganya ternyata masih tampak santai dan belum melakukan persiapan apa pun.

    Saat Tempo berkunjung ke kediaman pribadi Jokowi sebelum Lebaran tahun ini, Jokowi memastikan tinggal di Istana Negara setelah pelantikan. Ia dan istrinya, Iriana, tidak akan membawa banyak barang dari kediaman pribadi di Solo, Jawa Tengah. "Tempat tidur, ya, pasti dibawa, itu kan punya kita," kata Jokowi. "Iya, iya itu," Iriana menimpali.

    Selain tempat tidur, Jokowi mengaku hanya akan membawa barang seperlunya. "Koper, ya, biasa-biasa saja," katanya. Mengenai anak-anak, Iriana mengatakan mungkin saja ketiga anaknya tidak ikut pindah ke Istana. "Pasti ke Istana. Tapi mungkin hanya kami berdua. Kalau anak-anak, kan, sudah ada kegiatannya sendiri-sendiri," kata Iriana. (Baca: Ani SBY Kemas-kemas, Iriana Jokowi Masih Santai)

    Hingga Selasa, 9 September 2014, Jokowi dan Iriana mengaku masih santai menanggapi rencana pindah ke Istana Negara. "Belum, belum ada persiapan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 9 September 2014. Jokowi menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai persiapannya untuk pindah ke Istana Negara. (Baca: Bentuk Kabinet, Jokowi Disarankan Abaikan Partai)

    Menurut dia, fokusnya saat ini adalah membereskan persiapan transisi pemerintahan termasuk menggodok arsitektur kabinet menjelang peralihan kekuasaan pada 20 Oktober 2014 dari tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sudah menjabat selama dua periode.

    ANANDA TERESIA

    Terpopuler
    PDIP: Ada Mafia Migas Besar dan Recehan
    Pria Ini Rela Membayar Rp 900 Juta untuk Ciuman
    IP Address Penghina Ridwan Kamil di Jakarta
    Ahok Pede Kasus Bank DKI Tak Ganggu Kinerja
    'Polisi Syariat' Berpatroli di Jerman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.