Temui Mega, Risma Tak Bersedia Jadi Menteri Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Megawati Soekarno Putri, dan Gubernur DKI, Joko Widodo,  saat konferensi pers di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). TEMPO/Fully Syafi

    Dari kiri: Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Megawati Soekarno Putri, dan Gubernur DKI, Joko Widodo, saat konferensi pers di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menanggapi enteng soal isu dirinya akan menjadi menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo. Menurut Risma, dirinya lebih senang menjadi dosen ketimbang menteri. 

    "Yang jelas, aku sekarang lagi mengurus proses pindah pegawai negeri sipil dari Pemkot Surabaya ke dosen ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)," kata Risma kepada wartawan di ruangannya, Senin, 8 September 2014. 

    Wartawan pun mengejar, apakah pernyataan itu bisa diartikan bahwa Risma tidak berminat lagi maju sebagai wali kota pada pilkada Surabaya 2015? Mendapat cecaran pertanyaan itu, Risma menegaskan bahwa dirinya tak pernah meminta jabatan. Wali kota ataupun jabatan lain, menurut dia, datangnya dari Tuhan. (Baca: Pergantian Wali Kota 2015, Risma: Jangan Ada KKN)

    Risma pun dicecar lagi dengan pertanyaan seputar informasi bahwa dirinya termasuk yang ditawari menjadi menteri oleh Jokowi. Lagi-lagi Risma menepis. Ia mengaku sudah menghadap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan menyatakan tidak bersedia menjadi menteri.

    Menurut Risma, Megawati memahami alasan tersebut.  "Jawabannya Bu Mega waktu itu begini, 'Gitu ya, Mbak? Oo, saya pikir Mbak Risma kepengin (jadi menteri)'. Bu Mega tahu aku itu orangnya kayak gimana," ujar Risma. (Baca: Risma: Bu Mega Masih Sayang Aku)

    Ia mengutarakan hal itu kepada Mega, kata Risma, semata-mata karena kontraknya dengan warga Surabaya selama lima tahun. Ketika isu mundurnya santer diberitakan oleh media beberapa waktu lalu, Risma mengaku sempat meninggalkan pekerjaannya beberapa bulan. 

    "Kontrakku dengan warga Surabaya lima tahun. Kemarin beberapa bulan enggak kerja. Masalahnya, aku sudah sumpah (jadi wali kota)," ujar alumnus ITS jurusan Arsitektur dan Manajemen Pembangunan Kota ini. (Baca juga: Pengamat: Risma Salah Satu Anak Emas PDIP)

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler
    PDIP-Jokowi Tak Berkutik di Depan Koalisi Prabowo 
    Identitas Jack the Ripper Akhirnya Terungkap
    Meliuk di Antara Pinus Manglayang
    Gedung Parkir Skywalk Bandung Dibangun Bulan Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.