PDIP Jatim Belum Jaring Calon Wali Kota Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pendemo dari DPC PDIP se-Jatim mendatangi kantor DPP PDIP Jatim, Kamis (7/2). Demonstran menuntut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur Sirmadji dan dua pengurus yaitu Suhandoyo Wakil Ketua Bidang Politik dan Kusnadi, Sekretaris DPP PDIP Jatim segera mundur dari jabatannya. TEMPO/Sony Wignya Wibawa

    Ratusan pendemo dari DPC PDIP se-Jatim mendatangi kantor DPP PDIP Jatim, Kamis (7/2). Demonstran menuntut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur Sirmadji dan dua pengurus yaitu Suhandoyo Wakil Ketua Bidang Politik dan Kusnadi, Sekretaris DPP PDIP Jatim segera mundur dari jabatannya. TEMPO/Sony Wignya Wibawa

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur Sirmadji Tjondro Pragolo mengatakan sampai saat ini partainya belum melakukan proses pengajuan calon Wali Kota Surabaya ke pengurus pusat. Pemilihan kepala daerah Surabaya sendiri bakal digelar tahun depan. "Belum ada proses pengajuan nama," ujarnya, Sabtu, 6 September 2014.

    Mekanisme pengajuan calon kepala daerah atau wakil kepala daerah oleh PDIP, tutur dia, didahului dengan proses penjaringan. Setelah calon tersebut terjaring, barulah ditetapkan oleh PDIP. "Komunikasi selalu ada di PDIP untuk mencalonkan si A, B, atau C. Mekanismenya ada di Dewan Pimpinan Pusat PDIP," kata Sirmadji. 

    Namun Sirmadji tidak menampik telah ada pembicaraan khusus tentang kondisi "lapangan" di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Diskusi tersebut, menurut dia, rutin digelar setiap minggu. "Misalnya, mendiskusikan bupati atau wali kota yang sekarang menjabat ini dulunya kita dukung atau tidak," ujarnya. (Baca berita terkait: Pengamat: Risma Salah Satu Anak Emas PDIP)

    Sebelumnya, Wakil Ketua PDIP Jawa Timur Bambang Dwi Hartono menuturkan bisa saja partainya tidak mencalonkan Risma pada pemilihan kepala daerah Surabaya pada 2015. Bambang menganggap Risma tidak bisa diajak bicara dan berkoordinasi.

    Menurut dia, pimpinan PDIP tingkat cabang dan daerah merasakan betul masalah lemahnya koordinasi itu. Mekanisme koordinasi tiga pilar, yaitu struktural partai, petugas partai di eksekutif, dan petugas partai di legislatif, kata Bambang, tidak berjalan mulus karena Risma lebih suka pontong kompas berkomunikasi dengan PDIP pusat. (Baca juga: Bakal Maju Lagi, Risma Didukung Bekas Seterunya)

    EDWIN FAJERIAL


    Terpopuler 
    SBY: Saya dan Jokowi Tak Saling Menyalahkan
    Tiga Sebab Ini Bikin SBY Kesal pada Tim Transisi
    Mercy AKBP Idha Ternyata dari Bandar Narkoba  
    Kurikulum 2013 Ditolak, Menteri Nuh Malah Bangga  
    5.000 Bendera GAM Dipesan di Pekalongan  
    Indonesia U-19 B Takluk 2-6 dari Thailand U-19
    Siap Operasi, Teluk Lamong Tunggu Izin Kemenhub  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.