Bakal Maju Lagi, Risma Didukung Bekas Seterunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) didampingi calon Wakil Walikota Surabaya, Bambang DH  usai jumpa pers di Surabaya (9/6). ANTARA/M. Risyal Hidayat

    Calon walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) didampingi calon Wakil Walikota Surabaya, Bambang DH usai jumpa pers di Surabaya (9/6). ANTARA/M. Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Surabaya Wisnu Sakti Buana ternyata tidak satu suara dengan seniornya Wakil Ketua PDIP Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono. Berbeda dengan Bambang yang menolak Tri Rismaharini maju lagi sebagai Wali Kota Surabaya, Wisnu justru sebaliknya. (Baca: Kecewa, PDIP Malas Sokong Risma Maju Lagi)

    Wisnu mendukung Tri Risma, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, maju kembali sebagai wali kota untuk periode kedua. "Saya katakan ke ketua umum waktu dipanggil, saya siap mengawal Bu Risma sampai 6 tahun," kata Wisnu pada wartawan di gedung DPRD Surabaya, Jumat, 5 September 2014. (Baca: Ditolak PDIP, Gerindra Siap Usung Risma)

    Enam tahun yang dimaksud Wisnu terhitung dari 2014 sejak dia ditunjuk sebagai wakil wali kota menggantikan Bambang D.H., mendampingi Risma. Sebagai kader partai, Wisnu mengaku siap untuk mengawal Risma sesuai dengan instruksi dewan pimpinan pusat sampai ada perintah selanjutnya. (Baca: Pergantian Walikota 2015, Risma: Jangan Ada KKN)

    Sedari awal, kata Wisnu, sikap DPC mengikuti perintah DPP. Sekarang ini, DPC dan internal partai masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari DPP ihwal penjaringan calon wali kota Surabaya. Soal penunjukannya, Wisnu mengaku tidak masalah. Pihaknya siap mengamankan rekomendasi DPP baik itu pilihan langsung ataukah pilihan DPRD.

    Mantan pimpinan DPRD Surabaya ini mengatakan politik tidak bisa dihitung secara matematis. Semua bisa berubah sewaktu-waktu bergantung pada situasi politik. Apalagi, pemilihan wali kota masih lama berlangsung sehingga perubahan bisa saja terjadi.

    Ditanya soal siapa yang akan dicalonkan sebagai orang nomor satu di Surabaya, Wisnu memberikan sinyalnya. "Kalau kita sudah terbaca. Saya hanya menjalankan instruksi ketua umum partai," ujarnya.

    Terkait dengan pernyataan Bambang D.H. yang menolak mengusung Risma, Wisnu menyebutnya sebagai wewenang Bambang selaku pengurus DPD dan kader partai. Bagaimanapun, sebagian besar internal PDIP menerima Risma. "Sebagian besar internal partai menerima Risma. (Soal penolakan Bambang) itu haknya, sah-sah saja," katanya.

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler
    Kecewa, PDIP Malas Sokong Risma Maju Lagi
    Dipo Alam Perintahkan Tolak Kedatangan Tim Transisi
    8 Kontroversi Gubernur Riau yang Jadi Sorotan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.