Mega Bantah Pesawat RI-1 Akan Dijual Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat kepresidenan Republik Indonesia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, (10/4).Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800. TEMPO/Subekti

    Pesawat kepresidenan Republik Indonesia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, (10/4).Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa pesawat Kepresidenan tak akan dijual oleh pemerintahan berikutnya di bawah Joko Widodo. "Tidak (akan dijual)," cuit Megawati dalam akun Twitternya, @MegawatiSSP, pada Kamis malam, 4 September 2014.

    Perwakilan penghubung atau liaison officer (LO) Partai Banteng, Sudyatmiko, membenarkan bahwa akun tersebut adalah milik Megawati. (Baca: Kontroversi Pesawat Kepresidenan RI)

    Sudyatmiko mengatakan dalam perjalanan dinasnya nanti, Jokowi bakal memperhitungkan tingkat efisiensi dengan memakai pesawat komersial atau Kepresidenan. "Presiden akan memilih yang efisien," kata dia. Menurut dia, pesawat Kepresidenan juga bisa mengatasi masalah, misalnya bila tujuan yang hendak dikunjungi Presiden tak ada jalur penerbangannya.

    Penasihat Pusat Kajian Trisakti, yang juga Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR dari PDI Perjuangan T.B.Hasanuddin, mengatakan ide menjual pesawat Kepresidenan adalah pemikiran ngawur. "Dikarenakan logika politis dan keamanan tidak menjadi pertimbangan," kata Hasanuddin. (Baca juga: Atasi Kelaparan, Malawi Jual Pesawat Kepresidenan)

    Hasanuddin mengungkapkan empat alasan bahwa solusi efisiensi dengan menjual pesawat Kepresidenan tak logis. Pertama, menjual pesawat bekas berbeda harganya dengan pesawat baru dan tidak sebanding dengan harga pembeliannya. Kedua, pesawat Kepresidenan ini dilengkapi segala perangkat teknologi yang berbeda dengan lainnya, yang khusus diterapkan bagi perlindungan dan keamanan presiden sebagai simbol negara.

    Ketiga, secara politis, pembelian pesawat Kepresidenan sudah disetujui oleh parlemen dan panitia anggaran, termasuk PDIP, dan tidak ada yang walk out waktu membahas pembelian tersebut. Keempat, alasan awal membeli pesawat ialah untuk penghematan sebab selama ini biaya carter pesawat cukup besar karena sudah termasuk komponen keuntungan perusahaan penyewaan carter.

    Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla harus melakukan efisiensi besar-besaran untuk menyelamatkan ekonomi. Salah satunya adalah menjual pesawat Kepresidenan yang belum lama dibeli oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Enggak bisa pemimpin menyuruh orang sederhana, tapi tidak memberikan contoh,” katanya.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Terpopuler:
    Ahok: Tak Suka Sama Saya, Mau Duel? Ayo!
    Pindahkan Makam Nabi, Saudi Disumpahi Bakal Hancur
    Wanita di Rumah Jero Sebut KPK Pakai Ilmu Hitam
    Nama-nama Menteri Jokowi Versi Relawan
    Kecewa, PDIP Malas Sokong Risma Maju Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.