Jumat, 14 Desember 2018

Ada Taman Film di Kolong Jembatan Pasupati, Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang remaja memoto tulisan Taman Pasupati di bawah Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat. (6/1). Taman sebagai sarana peningkatan indeks kebahagiaan warga ini, disebut juga dengan nama

    Seorang remaja memoto tulisan Taman Pasupati di bawah Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat. (6/1). Taman sebagai sarana peningkatan indeks kebahagiaan warga ini, disebut juga dengan nama "Taman Jomblo". TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung: Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah mengebut pengerjaan Taman Film di kolong Jembatan Pasteur-Surapati (Pasupati), Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. Lahan kosong yang berdekatan dengan Taman Jomblo dan Taman Skate itu rencananya akan dibuat seperti bioskop terbuka.

    "Harapannya saat hari ulang tahun Bandung 25 September nanti, Taman Film sudah selesai dibangun," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Permakaman, Arief Prasetya, saat ditemui di Taman Film, Jalan Kebon Bibit, Bandung, Kamis, 4 September 2014.

    Arief mengatakan pembangunan taman-taman tematik merupakan upaya untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga Bandung. Sehingga para warga bisa lebih nyaman beraktivitas di ruang-ruang publik. "Kita bangun Taman Film di sini, supaya banyak warga beraktivitas di taman dan mendapat hiburan, menonton film," kata dia.

    Sebelumnya, lahan di bawah Jembatan Pasupati seluas 700 meter persegi itu terbengkalai dan kondisinya kumuh. Kini, Pemkot Bandung menyulapnya menjadi bioskop terbuka dengan konsep modern. (Baca: Jalan Layang Pasupati Akan Dipasangi CCTV)

    Rencananya, di Taman Film itu akan dibuat amphitheater dengan bentuk meliuk-liuk seperti bunga. Di depan amphitheater akan dibentangkan sebuah layar besar megatron berukuran 4 x 8 meter. Dekorasi di sekitar taman akan dihiasi oleh lampu-lampu neon berwarna-warni. Bagian bawah amphitheater berkapasitas 500 orang juga akan dihias dengan lampu selang supaya tampak cantik pada malam hari.

    Arief menuturkan, seluruh biaya pembangunan Taman Film berasal dari dana hibah pengusaha-pengusaha di Kota Bandung dengan jumlah mencapai satu miliar rupiah.

    "Nilai perencanaan di DED-nya (Detail Engineering Design) Rp 25 juta, tapi arsiteknya menggratiskan. Kalau untuk pembangunan, Rp 750 juta hibah dari pengusaha biro reklame dan Rp 400 juta dari pengusaha pabrik ban," katanya.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, para pekerja masih membangun pondasi batu untuk amphitheater. Beberapa orang terlihat menyusun batu bata meliuk-liuk menyerupai bentuk bunga. Sementara pekerja yang lain sedang memasang megatron untuk layar bioskopnya.

    RISANTI

    Berita Terpopuler
    Pengamat: Jero Bukan Target Utama KPK

    Jero Wacik dan Kumpulan Aset Rp 16 Miliar

    Modus Jero Mainkan Anggaran di Kementerian Energi

    Jero Tersangka, Eks Dirut Pertamina Akan Diperiksa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.