Isi Pertemuan Jokowi dengan Hatta Rajasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa, meninggalkan lokasi pemantauan hasil putusan sidang PHPU MK, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, 21 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa, meninggalkan lokasi pemantauan hasil putusan sidang PHPU MK, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, 21 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dengan presiden terpilih Joko Widodo di kediaman Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk membahas beberapa persoalan. (Baca: Ada Hatta Saat Jokowi Tiba di Rumah Surya Paloh)

    Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella mengatakan pertemuan itu untuk membahas kemungkinan merapatnya Partai Amanat Nasional, yang otomatis menambah partai pengusung Jokowi-Jusuf Kalla. "Tapi detailnya, saya tidak tahu bagaimana," ujar Patrice, Senin, 1 September 2014.

    Selain membicarakan potensi koalisi, Rio memastikan ada isu lain yang dibahas oleh Jokowi dan Hatta, yakni persiapan tim transisi sebelum bertemu dengan Wakil Presiden Boediono, hari ini.

    "Hatta juga mantan Menko, tentunya membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan RAPBN," tuturnya. "Jadi, menyamakan visi dan misi saja." (Baca juga: Ketemu Hatta, Jokowi: Nanti Saja Ya)

    Pertemuan Jokowi dengan Hatta di Jalan Permata Berlian, Permata Hijau, Jakarta Selatan, itu berlangsung sekitar satu jam. Jokowi didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto.

    REZA ADITYA

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Sengketa Pilpres | ISIS | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Curhat Jokowi: Dari Sinting, Ihram dan Prabowo
    Manfaat Caci Maki Florence 'Ratu SPBU'
    3 Skandal Asusila Gubernur Riau yang Bikin Heboh 
    Ini AKBP Idha, Perwira yang Ditangkap di Malaysia



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.