Mengapa SBY Mustahil Jadi Sekjen PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban Ki-moon (kiri) mendengarkan pembicaraan Presiden SBY (kanan) dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, 28 Agustus 2014. (Sonny Tumbelaka/Getty Images)

    Ban Ki-moon (kiri) mendengarkan pembicaraan Presiden SBY (kanan) dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, 28 Agustus 2014. (Sonny Tumbelaka/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, menyatakan banyak organisasi internasional yang menawari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bergabung. Selain Perserikatan Bangsa-Bangsa, menurut dia, organisasi yang dipimpin tokoh dunia lainnya juga berminat mengajak SBY. (Baca: Sekjen PBB Temui SBY di Bali)

    Ia mengatakan SBY paham tak bisa menjadi Sekretaris Jenderal PBB karena ada kesepakatan rotasi kawasan. Saat ini PBB dipimpin Ban Ki-moon dari Korea Selatan yang mewakili Asia. "Periode selanjutnya posisi itu diperuntukan bagi tokoh di luar Asia," ujar Faizasyah di Jakarta, Senin, 1 September 2014.

    Faizasyah menyatakan SBY hingga saat ini belum memberikan tanggapan terhadap semua tawaran tersebut. Ia masih dalam proses pertimbangan karena hal tersebut menyangkut komitmen jangka panjang dan pengaturan waktunya setelah melepas jabatan presiden pada 20 Oktober mendatang.

    Menurut Faizasyah, Istana sedang mendata organisasi yang ingin mengajak SBY bergabung. Keputusan ada di tangan Presiden. "SBY tak harus dalam kapasitas formal, tapi sebagai individu juga bisa berkorban. Banyak sekali yang menawarkan," katanya.

    FRANSISCO ROSARIANS


    Baca juga :
    Cerita Korban Dugaan Pelecehan oleh Gubernur Riau
    Ibas Bantah Terima Uang dari Nazaruddin
    Ronaldinho Segera Main di ISL
    Pilot Garuda Meninggal, Diduga Serangan Jantung
    Kronologi Penangkapan Dua Polisi RI di Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.