Jatah Menteri, Hanura Abaikan Salam Gigit Jari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal Purnawirawan Wiranto memberi keterangan dihadapan awak media seusai menjalani proses pemeriksaan di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, 24 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal Purnawirawan Wiranto memberi keterangan dihadapan awak media seusai menjalani proses pemeriksaan di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, 24 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Yuddy Chrisnandi meyakini partai koalisi yang mengusung Jokowi-JK akan dilibatkan dalam pembicaraan soal jatah kabinet. Sehingga, dia tidak menggubris "salam gigit jari" yang dilontarkan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), baru-baru ini.

    "Saya berkeyakinan bahwa Jokowi-JK tidak akan meninggalkan partai koalisi. Pasti kami dilibatkan dalam diskusi dan pembentukan kabinet. Jadi abaikan saja "salam gigit jari" itu," kata dia saat dihubungi Tempo pada Kamis, 28 Agustus 2014. (Baca: Hasil Pleno, Demokrat Tetap Koalisi Merah Putih)

    Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berseloroh bahwa kini bukan lagi era "salam dua jari", melainkan "salam gigit jari". Komentar itu dia lontarkan menanggapi ucapan kader partainya yang spontan menyebut gigit jari apabila PKB tidak mendapatkan kursi menteri di kabinet Jokowi-JK.

    Menurut Yuddy, Jokowi-JK sangat paham mengakomodasi potensi terbaik yang ada di sekeliling mereka, termasuk dari partai koalisi. Sebabnya, pasangan ini dianggap memiliki integritas, akomodatif, partisipatif, serta punya manajemen kepemimpinan yang baik. "Apalagi Pak Jokowi sudah punya pengalaman menyusun jajaran kepala dinas di Solo dan Jakarta. Pun dengan Pak JK yang pernah merancang kabinet menteri bersama Pak SBY," kata dia. (Baca: Koalisi Merah-Putih Kuasai Pimpinan Pansus Tatib)

    Selain itu, Yuddy percaya ada kader profesional dari partai koalisi yang akan dipilih menjadi menteri. Tetapi, ia mengaku belum tahu-menahu soal siapa dan berapa kuota yang diberikan pada Partai Hanura. "Tunggu saja waktu pembicaraan itu datang, lagi pula masih ada waktu panjang untuk membicarakan pemilihan menteri sebelum Pak Jokowi dilantik," kata dia.

    RAYMUNDUS RIKANG R.W.

    Berita Terpopuler
    Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?
    Ada Ketegangan Selama Prabowo Menonton Putusan MK
    Indonesia Bentuk Timnas U-19 Baru, Mengapa?
    Hatta ke Prabowo: Mau Sampai Kapan Begini Terus?
    Prabowo Ditemani Tokoh Ini Saat Putusan MK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.