Hatta ke Prabowo: Mau Sampai Kapan Begini Terus?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Prabowo Subianto (kiri) dan Cawapres Hatta Rajasa (kanan) memberi hormat pada bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Capres Prabowo Subianto (kiri) dan Cawapres Hatta Rajasa (kanan) memberi hormat pada bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Suasana tegang terjadi saat Prabowo Subianto menonton pembacaan putusan sengketa pemilu presiden 2014 yang digelar Mahkamah Konstitusi, Kamis, 21 Agustus 2014 lalu. Saat itu, seperti dimuat di majalah Tempo edisi 25-31 Agustus 2014, Prabowo berada di griya tawang lantai 26 Hotel Grand Hyatt Jakarta. (Baca Laporan Utama Majalah Tempo, Rencana Baru Koalisi Sang Jenderal)

    Prabowo marah saat membaca draf pidato koalisinya dalam menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan Jokowi-JK. "Kalian berkhianat? Dapat apa dari Jokowi?" kata Prabowo kepada koleganya, para petinggi partai yang mendukung Prabowo-Hatta. (Baca selengkapnya: Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?)

    Prabowo kemudian ngeloyor meninggalkan ruangan. Ia kembali beberapa saat kemudian sambil bersungut-sungut menolak putusan Mahkamah Konstitusi. (Baca: Kenapa Prabowo Tolak Berpidato Seusai Putusan MK)

    Calon wakil presiden Hatta Rajasa kemudian mempertanyakan sikap Prabowo. "Mau sampai kapan begini terus?" ujar Hatta ke Prabowo. Hatta lalu menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat. Bila gugatan mereka ditolak, Jokowi tetap akan dilantik sebagai presiden. (Baca: Ada Ketegangan Selama Prabowo Menonton Putusan MK)

    "Pak Ical kan pernah di pemerintahan, pasti tahu juga soal ini," katanya, merujuk ke Aburizal Bakrie, bekas Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. (Baca: Prabowo Ditemani Tokoh Ini Saat Putusan MK)

    Hatta Rajasa kemudian mengusulkan mereka menyiapkan pidato untuk menyikapi putusan Mahkamah. Isinya, antara lain, menerima putusan bila Mahkamah menolak gugatan mereka sekaligus mengukuhkan kemenangan Jokowi-JK. (Baca: Gugatan Pilpres Pasca-Putusan MK Tergolong Makar)

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui terjadi ketegangan saat para petinggi partai menonton putusan MK bersama Prabowo. "Ada suasana yang agak keras, tapi saya tak mau mendetailkan," ujarnya, Jumat, 22 Agustus 2014.

    Namun, orang dekat Prabowo yang juga politikus Gerindra, Andre Rosiade, menyanggah kabar bahwa suasana sempat memanas lantaran Prabowo murka. "Saya hadir di situ. Tak ada marah-marah. Suasana tenang, bahkan Pak Prabowo ketawa-ketawa," katanya.

    TIM TEMPO

    Terpopuler
    Ahok Akui Terjepit Antara Jokowi dan Prabowo
    Ini Sebab Ahok Suka Djarot Syaiful Hidayat
    Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS
    Dua Partai Merah Putih Diprediksi Gabung Jokowi-JK
    Indonesia Bentuk Timnas U-19 Baru, Mengapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.