Tim Transisi Siapkan Pembenahan Infrastruktur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Tim Transisi Akbar Faisal mengatakan tim sudah menyiapkan program sektor pembangunan infrastruktur pada periode pemerintahan Joko Widodo. "Sudah menyiapkan program untuk 3 bulan sampai 1 tahun mendatang," ujar dia di Rumah Transisi, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Agustus 2014.

    Menurut Akbar, salah satu target pembenahan infrastruktur tersebut mencakup pembangunan infrastruktur di beberapa tempat. "Banyak poin, ada proyek listrik di Batang, Jawa Tengah. Juga ada jalur kereta api integrasi bandara dari Dukuh Atas-Cengkareng," kata dia. (Baca: Kritik Ahok: Jokowi Lelet Ambil Keputusan)

    Akbar juga mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya kemarin berisi laporan kepada JK ihwal apa saja yang sudah disiapkan Tim Transisi untuk pemerintahan Jokowi-JK. "Termasuk formulasi arsitektur kabinet dan masalah atau proyek yang belum diselesaikan pada saat ia menjabat jadi wakil presiden," kata dia.

    Menurut Akbar, tim sudah mengkaji permasalahan di Batang saat JK dulu menjabat sebagai wakil presiden. Menurut dia, rencana proyek itu terhambat karena alasan pemindahan lahan yang nilainya tidak begitu signifikan.

    "Bayangkan, listrik 10 ribu megawatt di Batang. Itu proyek besar, nilainya 20 triliun, tapi terhambat hanya karena masalah yang hanya senilai 25 miliar terkait opsi pemindahan lahan," kata dia. (Baca: Tim Transisi: Jabatan Menteri Wewenang Jokowi)

    "Itu dapat menjadi target pertama blusukan Jokowi dan kita masih mencari terobosannya," kata Akbar menambahkan. (Baca: Ditolak dalam Tim Transisi, Hendropriyono Santai)

    Akbar mengatakan proyek di Batang sangat potensial. Maka perlu segera dibangun proyek pembangkit listrik di sana. "Apabila dimaksinalkan, Batang akan mampu menyuplai sekitar 6 persen kebutuhan listrik di Jakarta, Madura, dan Bali," kata dia

    NURIMAN JAYABUANA

    Terpopuler:
    Polisi Panggil Pengurus Gerindra Soal Garuda Merah
    Ini Saran Komnas HAM kepada Tim Advokasi Prabowo
    Masuk Bursa Wali Kota Depok, Tifatul Direspons Negatif
    Lusa, PTUN Akan Jatuhkan Vonis Gugatan Prabowo
    Nazaruddin: Nova Riyanti Juga Istri Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.