Datangi PMI, Jusuf Kalla Pamit karena Jadi Wapres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Tim Kuasa Hukum pihak terkait (Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla) melambaikan tangan ke arah awak media usai mendengarkan putusan perselisihan hasil Pilpres di Gedung MK, Jakarta, 21 Agustus 2014. MK memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres yang diajukan oleh Prabowo-Hatta. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah Tim Kuasa Hukum pihak terkait (Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla) melambaikan tangan ke arah awak media usai mendengarkan putusan perselisihan hasil Pilpres di Gedung MK, Jakarta, 21 Agustus 2014. MK memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres yang diajukan oleh Prabowo-Hatta. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, berpamitan kepada seluruh pengurus dan staf Palang Merah Indonesia lantaran bakal meninggalkan organisasi sosial yang dipimpinnya itu. Dia mengatakan harus melepaskan jabatannya karena tak lama lagi bakal dilantik sebagai wakil presiden.

    "Saya sebenarnya masih ingin lebih lama lagi di sini, tapi nanti akan merepotkan banyak orang," kata JK dalam sambutannya di hadapan sekitar seratusan karyawan organisasi kemanusiaan itu. JK dan pengurus PMI berkumpul dalam rangka halalbihalal.

    "Ini merupakan bagian sejarah hidup saya berada bersama Anda di sini," ujarnya. (Baca: Dua Partai Merah Putih Diprediksi Gabung Jokowi-JK)

    Palang Merah Indonesia adalah organisasi yang dipimpin JK sejak meninggalkan kursi wakil presiden pada 2009. Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Ketua Umum PMI tahun ini, dia kembali terpilih sebagai wakil presiden. JK akhirnya mengambil cuti hingga pergantian jabatan dalam Musyawarah Nasional PMI pada Desember 2014 nanti.

    JK menyatakan sangat berat meninggalkan organisasi tersebut lantaran PMI sudah menjadi bagian kesehariannya selama lima tahun terakhir. Apalagi dia mengaku mendapat pelajaran banyak tentang kemanusiaan di organisasi tersebut.

    "Saya merasa selama lima tahun itu bisa menjalankan pekerjaan yang baik dan menyenangkan," ucapnya. (Baca: PAN Tetap Jadi Oposisi Pemerintahan Jokowi-JK)

    Namun pekerjaan "barunya" sebagai wakil presiden, kata JK, tidak akan bisa leluasa untuk tetap memimpin PMI. Sebab, semua gerak-geriknya harus diawasi oleh protokol kepresidenan. Misalnya, bila ke daerah, JK tidak bisa hanya membawa pengurus PMI, tetapi harus dikawal sekitar 50 orang Pasukan Pengamanan Presiden. "Bayangkan repotnya saya kalau ada bencana tapi dilarang mendekat," dia menambahkan.

    Dia berharap musyawarah nasional bisa melahirkan pengganti yang mampu meneruskan cita-citanya di PMI. Khususnya menyiapkan bantuan ke masyarakat yang cepat dan tepat. "Mungkin sekali-sekali saya mampir melihat perkembangan," ujarnya disambut tepuk tangan.

    TRI SUHARMAN

    Berita Terpopuler:
    Jokowi Kalah Rapi Ketimbang Paspampres
    Unimog Milik Massa Prabowo Harganya Rp 1-2 Miliar
    Begini Spesifikasi Calon Tunggangan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.