Dua Partai Merah Putih Diprediksi Gabung Jokowi-JK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik sekaligus dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Heryanto, memprediksi Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional bakal bergabung dengan pemerintahan baru Joko Widodo. Menurut dia, kedua partai tersebut tak lagi berkepentingan dengan Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo Subianto. "Semua kepentingan sudah selesai sejak putusan Mahkamah Konstitusi keluar," kata Gun saat dihubungi Tempo, Selasa, 26 Agustus 2014.

    Apalagi, kata Gun, beredar kabar kedua partai telah menjalin komunikasi politik dengan kubu Jokowi. "Tidak ada lagi yang bisa dikejar di Koalisi Merah Putih," ujarnya.

    Sebelumnya Partai Demokrat dan PAN merupakan partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pemilihan presiden 2014. Belakangan, Komisi Pemilihan Umum memenangkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Putusan ini diperkuat oleh Mahkamah Konstitusi yang menolak semua gugatan kubu Prabowo-Hatta.

    Kini, setelah putusan MK tersebut, tersiar kabar PAN dan Partai Demokrat mulai berkomunikasi dengan PDIP. Jokowi juga telah beberapa kali menyatakan membuka pintu bagi partai apa pun untuk bergabung bersama pemerintahannya. "Tapi tetap syaratnya adalah tanpa syarat. Partai yang dulu saja tanpa syarat," kata Jokowi.

    Mengenai kabar tersebut, Gun menilai Partai Demokrat paling berpeluang bergabung dengan pemerintahan baru. Terlebih karena Demokrat merupakan partai yang menguasai pemerintahan sedekade terakhir. "Mereka pasti tetap butuh kekuasaan dalam pemerintahan," kata Gun.

    ODELIA SINAGA

    Baca juga:
    Polisi Panggil Pengurus Gerindra Soal Garuda Merah 
    Ini Saran Komnas HAM kepada Tim Advokasi Prabowo 
    Lusa, PTUN Akan Jatuhkan Vonis Gugatan Prabowo 
    Nazaruddin: Nova Riyanti Juga Istri Anas 
    Golkar Terancam Ditinggal Koalisi Pendukung Jokow


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.