Koalisi Merah Putih Diprediksi Bakal Bubar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto tiba di sidang gugatan Pilpres  Mahkamah Konstitusi Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Rabu 6 Agustus 2014. Dalam sidang tersebut, hadir seluruh anggota parpol koalisi merah putih. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Prabowo Subianto tiba di sidang gugatan Pilpres Mahkamah Konstitusi Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Rabu 6 Agustus 2014. Dalam sidang tersebut, hadir seluruh anggota parpol koalisi merah putih. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan Koalisi Merah Putih akan bubar. "Prediksi saya, lambat-laun mereka pecah," kata Gun Gun saat dihubungi Tempo, Selasa, 26 Agustus 2014.

    Menurut Gun, koalisi partai dibentuk karena ada tujuan yang akan dicapai bersama. "Kan, parpol itu dibentuk untuk mencari kekuasaan," kata Gun. Karena itu, apabila tidak ada lagi tujuan atau hal yang akan dicapai, secara otomatis suatu koalisi partai akan bubar. "Koalisi Merah Putih tidak lagi punya satu tujuan setelah putusan MK," ujarnya. (Baca: Tiga Partai Berpeluang Dukung Koalisi Jokowi)

    Sebelumnya, Koalisi Merah Putih yang terdiri atas enam partai, yaitu Gerindra, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Demokrat menetapkan langkah untuk mengusung pasangan Prabowo-Hatta pada pemilihan presiden 2014. Tapi, setelah Prabowo-Hatta dinyatakan kalah, beberapa anggota koalisi ini disebut sedang mempertimbangkan keberadaan mereka. Mereka diisukan akan keluar dari koalisi tersebut.

    Selain itu, menurut Gun Gun, alasan lain yang dapat membubarkan Koalisi Merah Putih adalah adanya pertarungan dalam fraksi koalisi itu sendiri. "Saat ini, seperti Golkar dan PPP. Itu akan mengganggu fokus mereka dalam koalisi," ujarnya. (Baca: Dukung Pemerintah Baru, PPP Tak Tegas soal Koalisi)

    Golkar sedang mempermasalahkan waktu penetapan musyawarah nasional. Belum lagi adanya peristiwa pemecatan kader Golkar oleh Aburizal Bakrie yang sedang memasuki ranah hukum. Sedangkan PPP menghadapi isu penggulingan Ketua Umum Suryadharma Ali. "Kedua partai akan disibukkan oleh hal-hal itu," kata Gun Gun.

    ODELIA SINAGA

    Baca juga:
    PKB Rekomendasikan Green Book ke Jokowi-Kalla 
    Komnas HAM Panggil Paksa Kivlan Zen 
    Anas: Kebohongan Nazar Terstruktur, Sistematis, dan Masif 
    Golkar Terancam Ditinggal Koalisi Pendukung Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.