Prabowo Terus Menggugat, Siapa Paling Diuntungkan?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut satu, Prabowo Subianto, menyampaikan orasi politik saat melakukan silaturrahmi dengan sejumlah ulama, di Pesantren Al-Hamidy, Pamekasan, 24 Juni 2014. Prabowo didampingi  Mahfud MD, sebagai tim pemenangan nasional dalam Pilpres 2014. ANTARA/Saiful Bahri

    Capres nomor urut satu, Prabowo Subianto, menyampaikan orasi politik saat melakukan silaturrahmi dengan sejumlah ulama, di Pesantren Al-Hamidy, Pamekasan, 24 Juni 2014. Prabowo didampingi Mahfud MD, sebagai tim pemenangan nasional dalam Pilpres 2014. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.COJakarta - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, menilai Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya akan menghabiskan tenaga dan waktu jika terus menggugat hasil pemilu presiden 2014. Refly menilai bakal lebih banyak kerugian yang dialami Prabowo-Hatta. (Baca: Koalisi Merah Putih Akui Keputusan MK)

    Namun, Refly menilai ada juga yang diuntungkan dengan ngototnya Prabowo-Hatta menggugat hasil pilpres. "Itu pun hanya segelintir orang yang diuntungkan," kata Refly saat dihubungi, Jumat, 22 Agustus 2014. (Baca: MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo)

    Menurut Refly, biayamenggugat bisa mencapai miliaran rupiah. Prabowo, kata Refly, bakal mengalami kerugian finansial. "Akan lebih banyak kerugian ketimbang keuntungan," kata Refly. (Baca:Prabowo Gugat ke PTUN, Kubu Jokowi Siap Ladeni)

    Prabowo-Hatta berencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara karena tak puas atas hasil pemilu presiden. Tim hukum Prabowo-Hatta juga berencana menggugat ke Kepolisian dan Mahkamah Agung. Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 21 Agustus 2014, memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta. Keputusan Mahkamah itu memperkuat hasil pemilu presiden yang memenangkan Jokowi-JK.

    Refly menyatakan gugatan ke Mahkamah Konstitusi merupakan upaya terakhir yang bisa ditempuh Prabowo. Keputusan MK itu bersifat final dan mengikat. "Melalui jalur politik seperti di DPR juga akan berakhir sia-sia," kata Refly. 


    DEVY ERNIS

    Terpopuler
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi
    Dipanggil 'Presiden', Jokowi Beri Hormat Sempurna
    Jokowi dan JK Mulai Silang Pendapat Soal Kabinet
    Usai Putusan MK, PKB Usulkan Bagi-bagi Kekuasaan
    Ini Kabinet Jokowi Versi JK 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.