Risma Masuk Nominasi Wali Kota Terbaik Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengikuti lomba makan kerupuk seusai memimpin upacara bendera di halaman Balaikota Surabaya, 17 Agustus 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengikuti lomba makan kerupuk seusai memimpin upacara bendera di halaman Balaikota Surabaya, 17 Agustus 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masuk nominasi Wali Kota Terbaik Dunia versi World Mayor Prize. Risma masuk dalam 26 kandidat wali kota terbaik dunia 2014 dalam ajang yang digelar dua tahun sekali.

    Dalam fase final, Risma menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada ajang yang digelar City Mayor, yayasan non-komersial yang didirikan pada 2003 dengan tujuan mendukung, mendorong, serta memfasilitasi pemerintah daerah di seluruh dunia dalam penerapan sistem pemerintahan yang baik.

    Kepala Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya Ifron Hady Susanto membenarkan nominasi tersebut. Beberapa waktu lalu, Ifron menerima surat elektronik dari The City Mayors Foundation (CMF). "Surat itu memberitahukan bahwa Wali Kota Surabaya terpilih sebagai salah satu nominator wali kota terbaik dunia," katanya pada Tempo, Kamis, 21 Agustus 2014.

    Ada 121 nama kandidat wali kota terbaik dari berbagai negara yang masuk dalam penilaian CMF. Jumlahnya kemudian mengerucut menjadi 26 wali kota terbaik. Ifron menambahkan, Dewan City Mayors akan menentukan pemenang serta para runner-up berdasarkan jumlah voting melalui surat elektronik yang diterima, serta kuatnya testimoni yang mendukung. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa kualitas isi testimoni yang persuasif sama pentingnya dengan jumlah voting yang dikirim.

    Dengan demikian, wali kota-wali kota dari kota kecil dapat bersaing secara adil dengan wali kota dari kota metropolis karena penilaian bukan hanya secara kuantitatif, tetapi juga kualitatif. "Proses voting akan ditutup pada Oktober 2014," imbuh alumnus Monash University, Melbourne, Australia itu.

    Selain itu, para nominator juga harus menyatakan setuju terhadap kode etik yang telah dirancang. Kode etik tersebut tertuang dalam 11 pasal. Beberapa di antaranya berbicara tentang anti-diskriminasi, kepastian hukum, anti-nepotisme, keterbukaan atas kritik dan masukan, serta itikad menjalin kerja sama antarkota baik secara nasional maupun internasional.

    Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser mengatakan pihaknya tidak menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan Risma. Ia mengaku Risma meminta agar tidak menyikapi hal ini secara berlebihan. "Yang penting tetap fokus melayani masyarakat dan memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya," katanya.

    Hanya saja, masuknya nama Risma sebagai kandidat penerima WMP menunjukkan bahwa Surabaya sejatinya sudah sejajar dengan kota-kota lain di negara maju. Kota Pahlawan kini sudah menyita perhatian dunia dari berbagai inovasi dan kisah suksesnya.

    Tak jarang, Surabaya juga sering menjadi venue forum-forum berskala internasional. Misalnya, ASEAN Mayor Forum (AMF), Citynet Forum, dan pertemuan Senior Official Meeting (SOM) Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC). "Ini jadi kebanggaan bagi publik Surabaya karena kota ini menjadi semakin dikenal di kancah global. Itu misi dan harapan utamanya," ujarnya seperti dikutip dari rilis Humas Pemerintah Kota Surabaya.

    AGITA SUKNA LISTYANTI

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kiai Pro-Prabowo: Jika Tidak PSU, MK Cacat
    Tiga Kader Golkar Gugat Ical Rp 1 Triliun
    Candi Borobudur Disebut Jadi Target Teror ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.