Koalisi Merah Putih Akui Keputusan MK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengikuti sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 (PHPU Pilpres) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu 6 Agustus 2014. Prabowo hadir bersama Hatta Rajasa dan sejumlah petinggi partai koalisi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengikuti sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 (PHPU Pilpres) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu 6 Agustus 2014. Prabowo hadir bersama Hatta Rajasa dan sejumlah petinggi partai koalisi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Koalisi Merah Putih, Tantowi Yahya, mengatakan koalisinya mengakui keputusan Mahkamah Konstitusi. Menurut dia, langkah politik dan keadilan akan tetap dikawal oleh koalisi pengusung Prabowo-Hatta ini.

    "Kami menerima putusan MK sebagai putusan yang final terhadap pilpres," kata Tantowi dalam konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis, 21 Agustus 2014.

    Tantowi mengatakan Koalisi Merah Putih bersama para relawan tak akan berhenti memperjuangkan demokrasi. Dia juga mengatakan koalisinya akan tetap berjuang walaupun di luar pemerintahan.

    Koalisi Merah Putih juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung Prabowo-Hatta selama pilpres berlangsung. Tantowi mengajak seluruh rakyat untuk menjaga keadilan substantif agar tetap dapat diwujudkan pada kemudian hari.

    Pengakuan ini ditandatangani oleh semua ketua umum partai pengusung Koalisi Merah Putih. Konferensi pers ini dihadiri oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Partai Bulan Bintang Wibowo, Sekjen PPP Romahurmuziy, Sekjen PAN Taufik Kurniawan, Sekjen PKS Taufik Ridho, dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Ada pula Fadli Zon dari Gerindra, Fahri Hamzah dari PKS, dan sebagainya.

    Namun tak tampak Prabowo Subianto di sana. Hatta Rajasa maupun para pimpinan tertinggi partai dalam koalisi ini juga tak hadir.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Terpopuler:
    Kiai Pro-Prabowo: Jika Tidak PSU, MK Cacat
    Putusan MK, 100 Ribu Pendukung Prabowo Geruduk MK
    Pencoblosan Ulang Tak Ubah Kemenangan Jokowi-JK 
    Perlakuan ISIS ke Perempuan dan Anak-anak Yazidi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.