Sidoarjo Melantik 50 Anggota DPRD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah korban lumpur Lapindo melakukan aksi blokade jalan Raya Porong, desa Siring, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (16/4). TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah korban lumpur Lapindo melakukan aksi blokade jalan Raya Porong, desa Siring, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (16/4). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo periode 2014-2019 dilantik hari ini, 21 Agustus 2014, di gedung DPRD Sidoarjo. Wajah lama dan baru nyaris seimbang. Sebanyak 29 anggota baru menjadi anggota dewan dan 21 lainnya inkumben.

    “Semoga ide-ide baru yang konstruktif juga lahir dari mereka,” kata Ketua DPRD Sidoarjo Sementara, Sullamul Hadi Nurmawan, kepada Tempo seusai pelantikan, Kamis, 21 Agustus 2014. Ia berharap mereka dapat memberikan perubahan baru yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.

    Anggota dewan baru itu terdiri dari politikus PKB 13 kursi, PKS 3 kursi, PDIP 8 kursi, Golkar 5 kursi, Gerindra 7 kursi, 4 kursi dari Partai Demokrat, 7 kursi dari PAN, 1 kursi dari PPP, 1 kursi dari PBB, dan 1 kursi dari NASDEM.

    Di antara mereka, kata Sullamul, ada enam anggota yang pernah menjabat sebagai kepala desa di Kabupaten Sidoarjo. Mantan kepala desa itu, di antaranya Mohammad Rifa’I, mantan kades di Kecamatan Taman, Kayan mantan Kades di Kecamatan Prambon, Widagdo mantan Kades di Kecamatan Krembung, dan Matali dari Kecamatan Wonoayu.

    “Semuanya dari Gerindra.” Dua mantan kades lainnya, yaitu Mulyono, seorang politikus PKS yang pernah menjadi kades di Kecamatan Wonoayu, dan Choirul Hidayat dari PDIP yang pernah menjadi kades di Kecamatan Lebo.

    Pelantikan itu didemo belasan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. “Kami minta para anggota dewan yang dilantik untuk jujur dan menjalankan semua janjinya kepada rakyat, dan dilarang korupsi,” kata Koordinator aksi, Anwari. Mereka hanya berjalan beberapa menit, karena polisi sudah siaga dengan peralatan lengkap sejak pagi.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Terpopuler:
    Kiai Pro-Prabowo: Jika Tidak PSU, MK Cacat
    Putusan MK, 100 Ribu Massa Pro-Prabowo Geruduk MK
    Tiga Kader Golkar Gugat Ical Rp 1 Triliun
    Pencoblosan Ulang Tak Ubah Kemenangan Jokowi-JK
    Mundurnya Karen Disebut Fenomena Gunung Es BUMN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.