Sebut PAN Merapat, Jokowi Picu Perang Urat Syaraf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Prabowo Subianto (kiri) dan Cawapres Hatta Rajasa (kanan) memberi hormat pada bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Capres Prabowo Subianto (kiri) dan Cawapres Hatta Rajasa (kanan) memberi hormat pada bendera merah putih saat upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara tim kampanye nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Andre Rosiade, tak mempercayai pernyataan presiden terpilih Joko Widodo bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) akan menyeberang ke kubu Jokowi-Jusuf Kalla. (Baca: Jokowi Sebut PAN dan Demokrat Merapat)

    Andre memastikan Partai Amanat Nasional tidak akan beralih dari Koalisi Merah Putih. "Kami percaya PAN akan menjaga komitmen pada Koalisi Merah Putih. Tidak benar PAN akan berpaling," ujar Andre Rosiade saat dihubungi, Selasa, 19 Agustus 2014. (Baca: Alasan Ruhut Yakin Demokrat Merapat ke Jokowi)

    Jokowi menuturkan PAN dan Partai Demokrat akan segera merapat ke kubunya. "Ini saya ngomong apa adanya, kemungkinan PAN dan Demokrat merapat," kata Jokowi. (Baca: Ini Prediksi Mantan Hakim MK soal Gugatan Prabowo)

    Andre menuding pernyataan Jokowi ditujukan untuk memicu ketegangan di Koalisi Merah Putih. "Pernyataan Jokowi itu cuma sekadar statement. Itu bagian dari perang urat syaraf dia saja," ujar Andre. (Baca: Jokowi Kalahkan SBY dan Wali Kota Risma)

    Dia mengaku mendengar sejumlah kader PAN menginginkan partai itu berpaling dari Koalisi Merah Putih. Namun Andre yakin jika Ketua Umum PAN Hatta Rajasa tidak akan meninggalkan Koalisi Merah Putih. (Baca juga: PAN dan Demokrat Merapat ke Jokowi, Golkar dan PPP Menyusul)

    NURIMAN JAYABUANA

    Terpopuler
    Fahri Hamzah Disebut Terima US$ 25 Ribu dari Nazar
    Begini Pembagian Jatah Kekuasaan ala Prabowo-Hatta
    Jokowi Setuju 6 Jenis Manusia Versi Mochtar Lubis Dihilangkan
    Bagaimana PRT Pembunuh Bayi di Riau Dibekuk? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.