Begini Perayaan ala Tim Prabowo jika Menang di MK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan massa pendukung Prabowo-Hatta berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 18 Agustus 2014. Dalam aksi tersebut mereka mengutarakan dua kecaman, pertama, adakan Pemilu ulang, kedua, menangkan pasangan Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ribuan massa pendukung Prabowo-Hatta berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 18 Agustus 2014. Dalam aksi tersebut mereka mengutarakan dua kecaman, pertama, adakan Pemilu ulang, kedua, menangkan pasangan Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua tim advokasi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman, mengatakan tim kampanye pasangan kandidat presiden dan wakil presiden nomor urut satu itu bakal melakukan umrah jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan seluruh gugatan mereka. Ia berharap Mahkamah langsung memenangkan Prabowo-Hatta dengan raihan 50,25 persen suara nasional.  (Baca: 8 Manuver Prabowo Gugat Hasil Pilpres)

    "Kami ingin ibadah yang khusus kalau menang," kata Habiburokhman saat ditemui di Mahkamah Konstitusi, Selasa, 19 Agustus 2014.  (Baca: Jelang Putusan Sidang Pilpres, Jakarta Siaga I)

    Jika majelis hakim mengabulkan sebagian gugatan, yakni menyelenggarakan pemungutan suara ulang di sekitar 128 ribu tempat pemungutan suara, Habiburokhman mengatakan, tim Prabowo-Hatta masih harus bekerja keras. Musababnya, kata dia, dalam pemungutan suara ulang, Jokowi masih akan unggul 5 juta suara. "Kami akan memperebutkan sekitar 40 juta suara," katanya.

    Seandainya MK memutuskan pemungutan ulang, dia optimistis menang karena yakin tak akan ada pemilih ilegal atau yang tak terverifikasi lagi. "Tapi kami tetap tak boleh lengah. Tak boleh berandai-andai menang atau kalah." (Baca: Tak Puas Sidang MK, Tim Prabowo Gugat KPU ke PTUN)

    Habiburokhman mengklaim banyak saksi Komisi Pemilihan Umum yang menguntungkan kubu Prabowo-Hatta. Dia mencontohkan, KPU Jawa Timur mengatakan tak mencocokkan hasil pemilu di wilayah tersebut dengan jumlah pemilih sesuai dengan rekomendasi badan pengawas pemilu setempat. Dia juga menilai KPU DKI Jakarta tak melaksanakan rekomendasi serupa. (Baca: Prabowo Gugat ke PTUN, Kubu Jokowi Siap Ladeni)

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Terpopuler
    Fahri Hamzah Disebut Terima US$ 25 Ribu dari Nazar
    Begini Pembagian Jatah Kekuasaan ala Prabowo-Hatta
    Jokowi Setuju 6 Jenis Manusia Versi Mochtar Lubis Dihilangkan
    Bagaimana PRT Pembunuh Bayi di Riau Dibekuk? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.