Setya Novanto Jadi Calon Ketua DPR, Ini Kata ICW  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendahara Partai Golkar Setya Novanto. ANTARA/Wahyu Putro A

    Bendahara Partai Golkar Setya Novanto. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pekerja Indonesia Curruption Watch (ICW) Ade Irawan mengatakan posisi ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sangat penting karena menjadi representasi rakyat. (Baca: Jadi Calon Ketua DPR, Setya Novanto Ogah Tanggapi)

    Menurut Ade, ketua DPR harus dapat memaksimalkan fungsi dan peran sebagai lembaga wakil rakyat di pemerintahan. Ketua DPR juga harus mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap DPR. "Karena itu tidak sembarangan orang bisa menduduki posisi ini," ujar Ade Irawan saat dihubungi Tempo, Ahad, 17 Agustus 2014. (Baca: Lolos ke Senayan, Setya Novanto Malah Dibidik KPK)

    Selain harus mempunyai kemampuan, sosok Ketua DPR juga harus mempunyai track record yang baik dan memiliki integritas. "Satu lagi, tidak pernah berkaitan dengan kasus korupsi," kata Ade. (Baca: Caleg Setya Novanto Ditolak Mahasiswa NTT)

    Ade mencontohkan, salah satu calon ketua DPR dari Golkar, yaitu Setya Novanto tidak tepat. "Dia masih terkait dengan beberapa masalah," ujarnya. Padahal menjadi Ketua DPR harus benar-benar bersih bekerja kepada rakyat.

    Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto pernah beberapa kali diperiksa KPK, salah satunya terkait dengan dugaan kasus korupsi proyek e-KTP. Dalam berbagai kesempatan, Setya Novanto membantah tudingan dirinya terindikasi terlibat korupsi tersebut. "Saya enggak tahu soal e-KTP," katanya. (Baca: Setya Novanto: Saya Tak Pernah Urus E-KTP)

    ODELIA SINAGA

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kubu Prabowo: Masih Cukup Waktu untuk Pemilu Lagi
    Tim Transisi: Gerak Jokowi Terkunci RAPBN 2015
    Seumur Hidup Michael Owen Cuma Nonton 5 Film


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.