Polisi Curiga Jurnalis Prancis dan Australia Mata-mata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) Devisi II Makodam Pemkab IV Paniai. TEMPO/Jerry Omona

    Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) Devisi II Makodam Pemkab IV Paniai. TEMPO/Jerry Omona

    TEMPO.CO, Jayapura - Jurnalis asal Prancis, Thomas Charles Tendies, 40 tahun, dan rekannya, Valentine Burrot, 29 tahun, asal Australia, dinyatakan melakukan pelanggaran imigrasi karena melakukan peliputan dengan visa wisata. Selain tuduhan pelanggaran izin tinggal, Kepolisian Daerah Papua menelisik kemungkinan kedua warga negara asing itu adalah mata-mata.

    "Kalaupun ada kegiatan mata-mata, misalnya, akan kami terapkan sesuai aturan hukum," kata Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende, Jumat, 15 Agustus 2014. (Baca: Dua Jurnalis Prancis di Papua Jadi Tersangka)

    Thomas Charles Tendies dan Valentine Burrot ditangkap polisi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Kamis, 7 Agustus 2014. Menurut Yotje, saat ini berkas penyelidikan keduanya ditangani oleh Imigrasi Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua. Lantaran melanggar izin tinggal, mereka diancam hukuman lima tahun penjara. (Baca: Salahi Izin, Jurnalis Prancis Ditangkap di Papua)

    Soal penahanannya, menurut Yotje, akan melihat kebijakan imigrasi apakah akan diproses dan menjalani hukum di Indonesia atau dipulangkan ke negara asalnya atau dideportasi. Yotje menjelaskan pihak imigrasi maupun polisi berwenang menahan keduanya selama 20 hari. "Kalaupun belum selesai proses penyelidikan, bisa ditambah 40 hari atau dua kali perpanjangan," ia menjelaskan 

    CUNDING LEVI


    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Ketua Gerindra Laporkan Metro TV, Detik, dan Tempo
    Jokowi: Wajar Ada Beda Pendapat Soal Hendropriyono
    Rumah Novela Dirusak karena Apa?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.