Cegah Ebola, Kemenag Fokus Kesehatan Jemaah Haji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemeriksaan tes kesehatan dan pengambilan paspor bagi Jemaah Haji Kloter I DKI Jakarta  di Asrama Haji pondok Gede, Jakarta  (9/9). Jamaah haji Kloter I DKI Jakarta  akan diberangkatkan menuju Tanah Suci dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Suasana pemeriksaan tes kesehatan dan pengambilan paspor bagi Jemaah Haji Kloter I DKI Jakarta di Asrama Haji pondok Gede, Jakarta (9/9). Jamaah haji Kloter I DKI Jakarta akan diberangkatkan menuju Tanah Suci dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta: Kementerian Agama mengambil langkah taktis untuk mencegah penyebaran endemi Ebola Virus Diseases (EVD) pada musim haji September mendatang. Antara lain, yakni memberikan penyuluhan kesehatan kepada jemaah haji Indonesia sebelum berangkat ke Arab Saudi untuk mengantisipasi menyebarnya virus yang saat ini sedang menjangkiti beberapa negara Timur Tengah.

    "Kami akan berikan pengarahan tentang bagaimana menjaga kesehatan jemaah selama berada di Arab," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Abdul Djamil, kepada Tempo, Rabu, 13 Agustus 2014.

    Meski penyebarannya masih kasuistik, Djamil meminta jemaah tetap waspada terhadap virus yang berpotensi mematikan tersebut. Dia mengatakan, proses penyebaran dapat melalui kontak dengan jemaah haji asal negara pejangkit seperti Lybia, Leone, Guinea.

    Selain penyuluhan jemaah, Djamil mengatakan, para petugas haji juga diberikan pelatihan dan pengetahuan umum tentang Ebola. Menurut dia, akan ada balai kesehatan yang dijaga oleh petugas dari Kementerian Kesehatan. "Balai kesehatan ini yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh jemaah," kata Djamil, yang juga sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kemenag ini.(Baca : http://www.tempo.co/read/news/2014/08/12/058599027/Takut-Ebola-Jemaah-Calon-Haji-Minta-Diimunisasi)

    Djamil mengatakan, pemerintah Arab Saudi juga telah mengantisipasi penyebaran virus ini pada musim haji dengan membatasi jemaah dari tiga negara tersebut. Dia yakin bahwa pemerintah Arab sudah berpengalaman menangani penyebaran virus melalui ibadah haji.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.