Novela Saksi Prabowo Doakan Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novela Nawipa menjadi saksi dalam sidang sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden di Mahkamh Konstitusi, Jakarta, 12 Agustus 2014. metrotv

    Novela Nawipa menjadi saksi dalam sidang sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden di Mahkamh Konstitusi, Jakarta, 12 Agustus 2014. metrotv

    TEMPO.CO, Jakarta - Saksi pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dari Kampung Awabutu, Kabupaten Paniai, Papua, Novela Nawipa, mencuri perhatian di sosial media. Publik ramai-ramai memperbicangkannya di lini massa sampai melongok akun Facebook Novela. Di akunnya, Novela menyatakan mendukung Israel, bahkan mengajak untuk mendoakan Israel.

    Menurut Novela, ada 12 alasan mendoakan Israel. Pertama, kata dia, Tuhan belum selesai dengan Israel. "Tidak! Tuhan tidak membuang umat-Nya yang telah dipilih-Nya sejak semula,” tulis Novela mengutip kisah di Roma 11:1-2. Novela juga mengutip firman Tuhan di Mazmur 122:6-7 yang dia anggap memerintahkan berdoa bagi damai di Yerusalem. (Baca: Novela Saksi Kocak di MK Ternyata Caleg Gerindra)

    Alasan lain, Novela menganggap gereja memiliki hubungan dengan masa lalu, sekarang, dan masa depan Israel. Ia menilai bangsa-bangsa mendapat keuntungan dari pemberontakan orang-orang Yahudi, Tuhan mengasihi Israel. Novela juga menganggap Israel akan diselamatkan, Yeshua akan kembali untuk memerintah dalam seribu tahun pemerintahan-Nya adalah tergantung pada keselamatan Israel.

    Menurut Novela, orang akan diberkati jika menjadi orang Yahudi. Dia menuturkan gereja berutang keselamatan dan kemurahan Tuhan kepada orang-orang Israel, dan karena itu tugas gereja Tuhan untuk berdoa dan membantu orang-orang Yahudi. Ajakan ini ditulis pada 20 Februari 2012.

    Di sebuah foto yang diunggah Novela pada 24 Februari 2013 tergambar para perempuan yang mengibarkan bendera bintang david. "Hai, putri-putri Sion, kibarkan terus Panji Raja," tulis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Paniai, Papua, ini. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Novela Nawipa.

    Dalam akun Twitter, mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia, Ezki Suyanto, menulis, dukungan Novela terhadap Israel menggambarkan dia bukan sekadar orang gunung yang lugu. "Pertanyaan untuk para pakar hukum, apakah Novela yang mengaku orang gunung dapat dikatakan pemalsuan identitas dan diproses hukum?" cuit @ezkisuyanto.

    Kemarin, Selasa, 12 Agustus 2014, ruang sidang pleno Mahkamah Konstitusi dipenuhi gelak tawa ketika seorang saksi dari kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Novela Nawipa, memberikan kesaksian. Gaya Novela yang selalu berbicara dengan nada tinggi dan berapi-api membawa suasana berbeda di ruang sidang yang biasanya serius. Hal ini terjadi dalam sidang lanjutan sengketa pemilu presiden, Selasa, 12 Agustus 2014. (Baca: Saksi Kubu Prabowo dari Papua Kocok Perut Hakim MK)

    Wanita ini menceritakan bahwa di kampungnya tak terjadi pemungutan suara. Hakim konstitusi, Patrialis Akbar, bertanya soal jarak antara TPS dan distrik tempat Novela tinggal. "Dekat, Yang Mulia, hanya 300 kilometer," ujar Novela yang lagi-lagi disambut tawa hadirin. "300 kilometer dekat? Wah...," ujar salah satu hadirin. Namun Novela meralat pernyataannya, "Maaf, Yang Mulia, maksud saya, 300 meter jaraknya." 

    Patrialis Akbar yang biasanya serius dan tenang pun tak bisa menahan tertawa. Sambil tertawa, Patrialis berkata, "Pertahankan gaya seperti ini, ya. Jarang sekali ada yang begini di sini." Novela menjawab, "Amin, Yang Mulia." (Baca: Diduga Curang, Petugas KPPS Nias Akan Dilaporkan)

    SUNDARI

    Baca juga:
    Ruhut Yakin Gugatan Prabowo Ditolak MK
    Tim Hukum Jokowi Percaya Diri Soal Saksi Prabowo
    Siswa Diminta Fotokopi Buku Kurikulum 2013



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.