Kisruh Pilkada, Gubernur NTT Bentuk Tim Terpadu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubenur NTT, Frans Lebu Raya bersama istri. Tempo/Yohanes Seo

    Gubenur NTT, Frans Lebu Raya bersama istri. Tempo/Yohanes Seo

    TEMPO.CO, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya membentuk tim terpadu untuk melakukan konsolidasi dengan DPRD Sumba Barat Daya (SBD) serta pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berseteru untuk percepat proses pelantikan bupati terpilih.

    "Kami sudah membentuk tim terpadu yang melibatkan Forkompida (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah)," kata Kepala Biro Humas Setda NTT Lambert Ibirit kepada Tempo di Kupang, Jumat, 8 Agustus 2014.

    Tim ini, menurut dia, bertugas untuk melakukan konsolidasi dengan DPRD dan calon Bupati Sumba Barat Daya agar pelantikan bisa digelar. Seharusnya, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya terpilih, Markus Dairo Tallu dan Ndara Tanggu Kaha, sudah dilantik Gubernur NTT pada 6 Agustus 2014 lalu. Namun, DPRD menolak pelantikan tersebut sehingga pelantikan ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan. (Baca juga: 6 Agustus, Bupati Sumba Barat Daya Dilantik)

    Hasil kerja tim terpadu akan disampaikan melalui rapat Forkompida untuk kembali menetapkan jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. "Jadwalnya akan ditetapkan ulang," kata dia. (Baca juga: Gubernur Batal lantik Bupati Sumba Barat Daya).

    Penolakan DPRD Sumba Barat Daya, kata Lambert, karena ada temuan penggelembungan suara pada pemilu kepala daerah (pilkada) pada 2013 lalu. Selain itu, telah ada putusan pengadilan yang menghukum anggota dan Ketua KPU Sumba Barat Daya karena terbukti curang. “Ada 17 anggota DPRD setempat yang menolak pelantikan dan hanya tujuh anggota yang setuju,” kata dia.

    Walaupun pelantikan tertunda, kondisi di Sumba Barat Daya masih kondusif. Namun, aksi unjuk rasa dengan membawa senjata tajam masih terus terjadi di daerah itu. "Situasinya masih kondusif," kata Lambert.

    KPUD Sumba Barat Daya (SBD) dalam rapat pleno 10 Agustus 2013, menetapkan perolehan suara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha, meraih 81.543 (47,62 persen), Kornelis Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto 79.498 suara (46,43 persen) dan pasangan Jacob Malo Bulu-John Mila Mesa Geli 10.179 suara (5,94 persen).  KPUD SBD pun menetapkan Markus Dairo Tallu-Ndara Tanggu Kaha sebagai bupati dan wakil bupati terpilih periode 2014-2019.

    YOHANES SEO

    Berita Lainnya:
    Jokowi Jadi Presiden: Nanti Ada E-Blusukan
    PU Sediakan Rusun untuk Pegawainya di Rempoa
    Ini Metamorfosa Kepribadian Marshanda
    PWNU Jatim Dukung Pergub Pelarangan ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.