Pria Ini Mengaku Presiden ISIS Regional Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Cianjur - Chep Hernawan, Ketua Umum Gerakan Islam Reformis (Garis) Cianjur, mengaku sebagai pimpinan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) regional Indonesia. Dia menyatakan, dengan berbaiat, ribuan warga Indonesia sudah menjadi anggota ISIS. Namun Cep tidak terima jika gerakan ISIS Indonesia disamakan dengan gerakan ISIS di Timur Tengah.

    "Gerakan ISIS di Indonesia hanya menekankan dan mengutamakan penegakan syariat Islam dengan tidak melakukan tindakan anarkistis atau kekerasan," ujar Chep di Cianjur, Kamis, 7 Agustus 2014. (Baca:  ISIS Membunuh Puluhan Serdadu Suriah)

    Chep mengatakan, dia mengaku sebagai pimpinan atau presiden ISIS regional Indonesia untuk menjelaskan bahwa gerakan ISIS di Indonesia sesungguhnya sangat berbeda dengan aksi ISIS di Timur Tengah. "Kami tidak keluar dari koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberadaan ISIS Indonesia justru membantu pemerintah Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI dengan penegakan syariat Islam bagi umat Islam," tutur Chep.

    Selain itu, Chep menegaskan, ISIS Indonesia tidak melakukan cara-cara teroris, seperti teror bom, untuk menegakkan syariat Islam. Tapi, dia melanjutkan, melakukan jihad dengan cara yang lebih dipahami oleh masyarakat. Contohnya, memberi pemahaman kepada para mujahid agar tidak melakukan aksi bom bunuh diri serta memberi masukan kepada pemerintah ihwal penegakan syariat Islam.

    "Sebab, Indonesia bukan medan perang seperti di Timur Tengah yang terus berkonflik," kata Chep. (Baca:BIN: 56 Orang dari Jawa Timur Bergabung ISIS)

    Chep mengakui sedikitnya 1.200 warga Indonesia tercatat sebagai anggota ISIS. Ribuan anggota ISIS di Tanah Air ini didominasi warga Jawa Barat. "Kami juga meminta masyarakat jangan terpengaruh isu-isu dan opini yang berkembang saat ini, yang menyesatkan tentang keberadaan ISIS di Indonesia," ucapnya.

    DEDEN ABDUL AZIZ


    TERPOPULER:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.